MAKASSAR, BKM–Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat inflasi Sulawesi Selatan pada Mei 2020 mengalami peningkatan 0,50 persen. Kota Makassar penyumbang terbesar yakni 0,55 persen.
Peningkatan inflasi tersebut turut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,71 pada April 2020 lalu menjadi 105,23 Mei 2020. Dari lima kota yang mendorong IHK, Makassar, Bulukumba, Watampone, Palopo dan Kota Pare-Pare terendah penyumbang inflasi di Sulsel yakni 0,15 persen.
Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengatakan, inflasi terjadi lantaran adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran yang dimaksud meliputi makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,18 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya
sebesar 0,02 persen.
Juga kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,25 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen, kelompok transportasi sebesar 3,23 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,25 persen.
Dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12 persen.
Sementara kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan deflasi sebesar 0,01 persen. “Tingkat inflasi tahun kalender (Januari 2020 – Mei 2020) sebesar 1,90 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun
(Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,37 persen,” ujar Yos.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2020 antara lain, tarif angkutan udara, bawang merah, roti manis, ikan layang/ikan benggol, martabak, donat, kangkung,
papaya, ikan bandeng/ikan bolu, udang basah. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, tomat, gula pasir, ikan teri, biscuit, minuman ringan, anggur.
Sementara itu, besaran andil masing-masing kelompok pengeluaran terhadap perkembangan inflasi gabungan bulan Mei 2020 yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,052 persen kelompok pakaian dan alas kaki 0,032 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya 0,004 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,018 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,000 persen.
Kemudian kelompok transportasi sebesar menunjang 0,368 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,000 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,000 persen, kelompok pendidikan 0,000 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,020 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,009 persen.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,18 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 107,15 pada April 2020 menjadi 107,34 pada Mei 2020,” ujar Yos.(nug)
Inflasi di Sulsel Meningkat 0,50 Persen
×

