MAKASSAR, BKM– Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, kembali mempertanyakan di tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Makassar yang telah menggunakan anggaran untuk keperluan penanganan covid-19 hingga sebesar Rp83 miliar. Bahkan, waktu seminggu yang diberikan dewan ke dinas sosial, dinas kesehatan dan BPBD, rincian penggunaan anggaran penanganan covid-19 tak kunjung ada di meja dewan.
Koordinator Banggar DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mengatakan, sejauh ini laporan penggunaan anggaran covid-19 telah digunakan kurang lebih Rp83 miliar lebih untuk tiga SKPD yaitu dinas sosial, dinas kesehatan dan BPBD.
“Kita sudah menganggarkan untuk parsial kedua itu kurang lebih Rp80 miliar dan ketiga juga begitu, karena masa pandemi ini belum selesai. Kalau kita lihat laporannya itu baru secara umum saja, contoh dinsos habiskan anggaran sekian, tapi secara rinci pembelanjaan dan peruntukkannya belum ada,” ungkapnya di Gedung DPRD Makassar, Sabtu (13/6) lalu.
Lebih lanjut, legislator Fraksi Demokrat Makassar ini, hasil rekapitulasi penyesuaian APBD tahun 2020 pada biaya tidak terduga (BTT) yang digunakan untuk anggaran covid-19 sebesar Rp30 miliar dan penambahan dari sisa lebih pembiayaan anggaran tahun lalu sebesar Rp149,7 miliar. Total tercatat Rp179,7 miliar anggaran digunakan untuk penangan covid-19.
“Nanti kita undang mereka lagi untuk paparkan secara rinci, karena total anggaran yang dikeluarkan hingga hari ini belum diketahui. Ini juga akan berdampak pada penyesuaian anggaran untuk pembelanjaan program yang ada di SKPD lain,” bebernya.
Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kota Makassar, Anton Paul Goni, juga menyebutkan, ada tiga OPD yang menggunakan anggaran untuk penanganan covid, namun ketiga OPD tersebut hanya menyampaikan laporannya secara umum tidak terperinci sehingga informasi yang ia serap tidak secara menyeluruh.
“Kita ingin perincian anggaran yang jelas. Sampai saat ini kami belum terima rincian belanja anggarannya, kita juga tidak terlalu mengerti apa saja kegiatan pemerintah kota terkait penanganan corona ini,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengaku, sempat menunda agenda rapat karena belum mengetahui rincian penggunaan anggaran oleh tiga OPD untuk penanganan covid.”Kita belum tahu belanjanya untuk apa saja. Makanya rapat terakhir kita tunda dulu, untuk memberi kesempatan tiga OPD mempersiapkan rincian penggunaannya. Tetapi sampai hari ini sama saja,” tuturnya. (ita)
Lagi, Dewan Pertanyakan Rincian Covid
×

