PEMERINTAH Kota Makassar mengakui jika sepanjang bulan Januari hingga Juli 2020 kasus Kekerasan Anak dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Makassar terus meningkat. Prihatin persoalan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta respon cepat Pemerintah Kota Makassar melakukan pencegahan yang cenderung kasusnya mengalami peningkatan.
Menurut anggota DPRD Makassar, Budi Hastuti, telah banyak laporan yang masuk mengenai kasus kekerasan anak dan rumah tangga hingga pertengahan tahun 2020. Melihat hal tersebut dirinya mendorong respon pemerintah, apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak terutama KDRT yang terabaikan.
“Jangan sampai kita luput menangani persoalan-persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang seperti kita tahu jumlahnya terus bertambah. Tidak hanya untuk pemerintah,tapi semua elemen masyarakat perlu perhatikan hal ini agar tidak kasusnya tidak berulang-ulang, apalagi di tengah kondisi seperti sekarang,” ungkapnya di ruang Paripurna DPRD Makassar, Senin (20/7).
Tidak hanya itu, ia juga berharap agar jumlah kasus dan pengusutannya tersebut tidak disembunyikan dan ditindaki secara transparan agar ada efek jera.”Saya harapkan penegak hukum juga bisa dapat dituntaskan secara baik. Pemerintah harus memperhatikan agar anak dan perempuan yang menjadi korban itu tidak menjadi dibiarkan begitu saja harus tetap ada pendampingan,” bebernya.
Sedangkan menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2A) Kota Makassar, Andi Tenri A Palallo, adanya peningkatan kasus KDRT yang terjadi di Makassar karena beragam faktor, namun paling dominan lebih karena persoalan ekonomi.
“Kalau jumlahnya saya harus buka data dulu tapi Makassar kasusnya meningkat dari kekerasan psikis hingga verbal. Dari pendalaman kasus memang karena faktor ekonomi, suami memukul istri lantaran minta uang, dan suami tidak memberi nafkah. Kasus anak juga begitu karena dominan anak sekarang mainnya di rumah dan lingkungan yah,” tuturnya.
Menurut data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dalam kurun waktu satu pekan terakhir, sudah ada tujuh laporan karena KDRT. “Kalau kekerasan terhadap anak ada dan data triwulan kedua belum saya rekap, tapi kasus yang dilaporkan cenderung meningkat untuk KDRT itu,” jelasnya. (ita)
Prihatin Kekerasan Anak Masih Terjadi
×

