Hilangnya sejumlah sektor pekerjaan dan mata pencaharian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membuat anggota DPRD Kota Makassar prihatin. Apalagi setelah mendengar keluh kesah dari sejumlah pedagang kaki lima (PKL) saat mengadu di Gedung DPRD Kota Makassar.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir mengatakan, satu per satu barang berharga yang dimiliki PKL terpaksa harus dijual untuk bisa bertahan hidup. Pasalnya sejumlah tempat berdagang telah ditutup oleh pihak perusahaan dan pemerintah.
“Kemarin itu kita terima laporan PKL di Losari dan sekarang ini secara menyeluruh PKL menyampaikan hal yang sama. Tentu tidak mudah bagi pedagang asongan dan PKL bertahan hidup, lima bulan tanpa penghasilan bisa dibayangkan seperti apa situasi mereka dan para anggota keluarganya. Tapi kita tidak bisa juga acuh dengan virus corona ini, masing-masing demi keselamatan,” ungkapnya di Gedung DPRD Makassar, akhir pekan lalu.
Olehnya itu, legislator Fraksi Golkar Makassar ini meminta Pemerintah Kota Makassar bisa menyikapi persoalan ini. Dengan tidak hanya melihat dampak kesehatan yang ditimbulkan dari covid-19, namun juga dapat menyelamatkan ekonomi masyarakat kecil seperti PKL.
“Semoga ada kebijakan untuk membantu mereka bisa kerja kembali. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan, saya pikir itu bisa jadi solusi kalau sudah ada kesepakatan seperti itu,” ujarnya.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Ray Suryadi juga mengungkapkan, di tengah situasi dimana angka penularan covid-19 terus bertambah, pemerintah pun perlu memperhatikan warga kecil yang hidup sehari-hari dari pendapatan harian melalui berdagang kecil.
“Coba pemerintah wadahi laporan masyarakat ini, kasian juga selama beberapa bulan tidak ada pendapatan. Kalau pun pemerintah ingin membuka kembali tentu harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan para pedagang harus buat pernyataan akan patuh terhadap aturan itu,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong pemerintah dapat memberikan bantuan modal kepada PKL yang terpaksa harus menjual barang-barang dagangan untuk bertahan hidup selama kurang lebih enam bulan lamanya mereka berhenti. “Terlebih lagi kalau pemerintah mau memberikan suntikan modal untuk para pedagang dan UKM untuk bertahan di tengah pandemi ini,” jelasnya.(ita)
Dewan Dorong Beri Bantuan ke Pedagang
×

