MAKASSAR, BKM–Pemerintah sedang berusaha merampungkan pembangunan Jalan Bua – Rantepao. Jalur tersebut merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Luwu dengan Kabupaten Toraja Utara.
Jalan itu menghubungkan jalan Bua-Rantepao sebagai jalan poros yang bakal menghubungkan Bandara Bua di Kabupaten Luwu dengan Kota Rantepao di Toraja Utara.
Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Sulsel, Muhammad Insal U Maha menjelaskan, untuk saat ini progres pekerjaan ruas jalan Bua-Rantepao masih pada tahap perhitungan, berapa jumlah keseluruhan jika dilakukan pengaspalan atau beton.
“Kita masih pada posisi melakukan perhitungan dengan pemerintah provinsi berapa, karena ada yang jalan tanah, ada yang jalan krikil, nanti akan kita turunkan tim masing-masing. Tim dari provinsi dan tim dari Balai melihat semua kondisinya, kemudian kita hitung semua berapa alokasi anggarannya,” jelasnya.
Dari Balai Besar Jalan Nasional sendiri dikatakannya, memiliki anggaran tahun ini untuk pekerjaan jalan tersebut dimulai dari Rantepao.
“Kita baru melihat dari sisi Rantepao nya, jadi kita punya anggaran tahun ini sepanjang 4,8 kilometer. Kemudian programnya 2,3 kilometer dari Rantepao ke Takesu Wisata Toraja itu yang ada pelebaran, kita rapikan karena itu akses untuk menuju pariwisata Takesu,” ungkapnya.
“Jadi kita sudah sepakati kita mulai kerjakan dari mulai arah Rantepao kemudian dari provinsi dari arah Bua. Nanti kita ketemu di tengah,” tambahnya.
Hasil sharing dengan gubernur dan Kadis PUPR Sulsel, untuk sementara jalan tersebut dikerjakan dulu dengan lebar tujuh meter.
“Kita sharing bersama dengan provinsi untuk mempercepat pembangunan Jalan Bua-Rantepao. Tadi sudah ada arahan bapak gubernur dan pak kadis PU, lebar tujuh meter dulu untuk sementara waktu,” ungkapnya.
Selain ruas jalan Bua-Rantepao, Balai Besar Jalan Nasional juga tengah melakukan perbaikan jembatan yang putus akibat banjir bandang di Luwu Utara.
“Selain dari Palopo ke Rantepao kita sementara kerjakan juga jembatan yang putus itu. Jembatan ini sementara kami upayakan dengan rangka baja dibawahnya. Karena masyarakat meminta segera, minimal bisa dilewati oleh roda dua,” tuturnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Sulsel, Rudy Djamaluddin menambahkan, saat ini masing-masing menurunkan tim untuk melakukan perhitungan secara keseluruhan. Karena berdasarkan pekerjaan sebelumnya, ada beberapa jenis tanah yang harus dilakukan pengaspalan dan harus dilakukan beton.
“Kita melakukan perhitungan terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah keseluruhan kebutuhan anggaran, luas dan panjang jalan selain ruas jalan Bua-Rantepao. Kita atur mana yang kita beton, mana yang di aspal, berdasarkan keadaan tanah,” terangnya.
Untuk diketahui, jalan sepanjang 38 kilometer (Km) itu bakal menggantikan jalur Palopo-Lebang-Rantepao sepanjang 68 km yang rawan longsor.(nug)
BBPJN Rampungkan Jalan Rantepao-Bua
×

