MAKASSAR, BKM– Dinas Sosial Kota Makassar mengusulkan program Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sebagai solusi permasalahan anak jalanan yang menjamur.
Kepala Dinsos Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, program tersebut diusulkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Sisa menanti hasil kajian dari Bappeda.
“Kami sementara menunggu hasil kajian dari Bappeda terkait program tersebut,” ungkap Mukhtar.
Jika disetujui, pembangunan fisik Liposos akan mulai dilakukan tahun 2021 mendatang.
Mukhtar menjelaskan, saat ini hanya ada rumah singgah yang dipakai sebagai tempat penampungan anjal. Bangunan itu dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sulsel.
Dia menyebut ada 26 perkara hidup yang mesti ditangani dan diakomodir. Termasuk anjal, anak yang bermasalah hukum, anak korban Napza, anak kekerasan orang tua atau lingkungan. Penaganannya dikerjasamakan dengan NGO.
Menurut Mukhtar, pembinaan anjal memerlukan waktu yang lama dan butuh tempat yang memadai. Bagaimana mereka dimanusiakan dan kemudian dibina, diarahkan, dan dimanusiakan kembali.
“Persoalan anjal merupakan salah satu yang krusial perlu ditangani. Bagaimana kita bisa membina dan mengarahkan mereka agar bisa beraktifitas dan berkegiatan normal seperti masyarakat yang lain,” tandasnya. (rhm)
Dinsos Tunggu Kajian Pecahkan Persoalan Anjal
×

