Aksi demo mahasiswa, buruh dan elemen lainnya dinilai melanggar protokol kesehatan, lantaran banyak di antara mereka yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. Bahkan pendemo berebut naik ke dalam kendaran pick up hingga truk, berdekatan tanpa menjaga jarak.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Makassar Iman Hud yang juga masuk dalam tim tindak penegakan hukum (yustisi) bagi pelanggar protokol kesehatan, mengaku sangat berisiko jika tim yustisi bersikap tegas kepada para pengunjuk rasa.
“Sangat berisiko untuk masuk ke tengah-tengah para pendemo dan memastikan mereka mematuhi protokol kesehatan. Nanti munculji persoalan baru,” katanya.
Dia menekankan, pihaknya juga harus melihat situasi dan kondisi yang ada sebelum mengambil sikap dalam melaksanakan tugas. Jangan sampai pihaknya turun, akan menimbulkan benturan dan persoalan baru di lapangan.
“Kita lihat saja Jakarta. Saat ini statusnya masih PSBB, tapi tetap saja gelombang aksi unjuk rasa tidak terbendung. Ini kan situasinya berbeda,” jelasnya.
Dia menekankan, yang diharapkan saat ini hanyalah kesadaran para pengunjuk rasa untuk tetap bisa aman dalam memperjuangkan aspirasinya. Apalagi, mereka yang turun ke jalan rata-rata mahasiswa yang sudah paham benar mana yang baik dan butuk. Bagaimana cara melindungi diri dari covid-19.
“Ingat, kasus covid-19 di Makassar angkanya masih cukup tinggi. Jangan sampai gara-gara ikut unjuk rasa, banyak yang tertular. Jadi intinya, bagaimana bisa tetap aman,” tegasnya lelaki yang juga dikenal sebagai inspektur covid itu. (rhm)
Inspektur Covid Hindari Benturan
×

