MAKASSAR, BKM–Proyek pembangunan pedestrian di Jalan Metro Tanjung Bunga dipastikan terhambat. Secara tegas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar telah mengeluarkan rekomendasi resmi ke Pemerintah kota Makassar untuk menghentikan proyek tersebut.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Nurhaldin, proyek yang kini dikerjakan pemerintah memang diminta untuk dihentikan dulu. Pasalnya, kawasan Metro Tanjung Bunga dibagi atas delapan sertifikat hak milik dari sejumlah pihak. Sedangkan lima diantaranya telah menyerahkan surat kerjasama.
“Jika kita lihat kondisinya, kita di dewan tidak ada yang setuju. Bahkan komisi yang mewenangi bidang itu telah mengeluarkan rekomendasi penolakan proyek tersebut. Surat pemberhentian itu sudah masuk sejak bulan Juni.Jika dilanjutkan tentu kita minta pertanggungjawaban pemkot,” ungkapnya, Selasa (13/10).
Lanjutnya Legislator Fraksi Golkar Makassar ini bahwa, tidak ada alasan yang ditemukan DPRD Makassar untuk menerima proyek tersebut. Kondisi Kota Makassar saat ini tengah upaya pemulihan ekonomi, pemkot harus membahas pasca covid dan anggaran proyek bisa dialihkan ke pelaku UMKM.
“Kita tidak punya alasan untuk menyetujui dan mengsupport proyek itu, karena alas hak belum kita punya. Samaji kalau kita bangun rumahnya orang tapi orang itu tidak mau kasi sertifikatnya. Jadi kasih jelas semua dulu baru bisa dikerja, ngapain kita kerjakan disana orang GMTD nya saja tidak pernh setor haknya pemkot,” jelasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar, Zaenal Beta, menuturkan, sejak awal pihaknya tidak menyetujui adanya proyek yang anggarannya dialokasikan sebesar Rp127 miliar untuk pendestrian. Justru anggaran tersebut seharusnya dialihkan ke penanganan covid-19. Proyek pedestrian metro Tanjung Bunga bukan sesuatu hal yang sifatnya mendesak. Terlebih, alas hak belum dimiliki pemerintah kota dan baru surat pernyataan.
“Saya sudah tanya orang ULP. Apakah boleh membangun di atas lahan yang tidak punya alas hak, ULP jawab tidak bisa. Kemudian, apakah ada alas haknya, ULP jawab tidak tahu. Ketidaktahuan itu saya anggap tidak ada,” katanya.
Sekedar diketahui, tender proyek pedestrian Metro Tanjung Bunga dimenangkan PT Nindya Karya (Persero) dengan total anggaran sebesar Rp90,586.000.243,72. Proyek prestisius ini rencananya akan dikerjakan sepanjang 1,3 kilometer dengan luas 50 meter untuk masing-masing ruas jalan. Konsepnya mengadopsi pedestrian Sudirman-Thamrin yang ada di Jakarta.(ita)

