MAKASSAR, BKM–Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah membuka musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) perubahan dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 di Hotel Claro Makassar, Selasa (20/10).
Nurdin mengatakan, sejak awal dirinya menahkodai Provinsi Sulsel bersama Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, telah melakukan berbagai pencanangan program. Dan juga beberapa program strategis nasional yang dilanjutkan pembangunannya.
“Program strategis nasional yang dilanjutkan, diantaranya program kereta api dan Makassar New Port sudah dilakukan direct call, ini suplemen percepatan pemulihan ekonomi,” ucap Nurdin.
Sementara dalam bidang reformasi birokrasi, sambung Nurdin menyebutkan dirinya sudah melakukan berbagai pemangkasan prosedur ekspor. Demikian juga dengan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin.
“Ini yang perlu mendapat perhatian termasuk kedepannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Selayar. Untuk mendukung ini, perlu adanya pengembangan infrastruktur pendukung bidang pariwisata,” tandasnya.
Dan yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kedepannya yang tertuang dalam Musrenbang. Kata Nurdin pengembangan kepulauan.
Ia menyebutkan Sulsel memiliki lebih dari 300 pulau yang tersebar di seluruh wilayah perairan Sulsel yang selama ini memiliki potensi namun belum dioptimalkan pemanfaatannya baik dari sektor perikanan maupun pariwisata.
Untuk itu, sambung Nurdin, pada tahun 2021 Pemprov Sulsel masih menyiapkan bantuan daerah sebesar Rp500 miliar. Anggaran diberikan kepada Pemerintah Kab untuk lebih kreatif mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Kawasan wisata perlu perhatian, Bupati dan wali kota harus lebih kreatif. Kalau bersinergi melakukan terobosan di daerah, saya kira tidak ada hambatan. Contoh Bira, kita bersama bupati, dengan Toraja untuk pembangunan bandara bersinergi program,” ucap Nurdin.
Sementara, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbanda) Sulsel, Junaedi, mengatakan, perubahan RPJMD untuk tahun 2018-2023. Pemprov Sulsel akan mengkonstruksi dengan konsep sebuah rumah besar yang menampung beberapa kebijakan dengan beberapa entripoint.
“Entripoint yang dimaksud, termasuk masukan dari pemerintah pusat yg disampaikan oleh beberapa kementerian. Insyaallah akan menjadi bagian yang mewarnai RPJMD revisi tahun 2018-2023,” tandasnya.
Lebih lanjut Junaedi mengatakan, Sulsel sebagai gerbang Timur Indonesia, tentunya dalam rancangan revisi RPJMD 2018-2023, Pemprov Sulsel mencoba mengolaborasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur.
“Agar nantinya rencana revisi ini betul-betul mampu mendorong perekonomian Sulsel. Nantinya kita akan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait khususnya di Wilayah Indonesia Timur. Dari pintu gerbang ini Sulsel akan menjadi lokomotif pertumbuhan kawasan timur sehingga bisa bergerak lebih masif, sektor-sektor menjadi gerbong bersama mendorong percepatan pemulihan di Sulsel,” tutupnya.(nug)
NA Lanjutkan Program Strategis Nasional
×

