MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar baru saja menghadiri pertemuan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Pertemuan tersebut untuk membahas formasi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tenaga guru.
Rencananya, tahun depan, pemerintah akan membuka perekrutan tenaga guru melalui jalur PPPK.
Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Kadir Masri mengatakan dari pertemuan itu disebutkan jika Pemkot Makassar
mendapatkan jatah 1.030 formasi dari program 1 juta guru di seluruh Indonesia.
“Makassar dapat jatah 1.030 tenaga guru dari program satu juta PPPK untuk guru. Untuk saat ini kita masih menunggu juga petunjuk lanjutan terkait proses perekrutan,” ujarnya.
Kadir berharap kuota yang diberikan bisa memangkas jumlah tenaga honorer. Diketahui terdapat 2.808 tenaga pengajar honorer SD dan SMP se-Makassar. Jika formasi itu dimaksimalkan dan dipenuhi, maka masalah honorer perlahan bisa segera diatasi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengatakan, KemenPAN-RB telah memberi kuota. Masing-masing untuk SD ada 819 tenaga guru dan 211 untuk tenaga SMP.
“Kita sebenarnya usulkan sekitar 2.800, tetapi pihak kementerian cuma mengabulkan 1.030. Dan insyaallah kuota yang sudah ada bisa dipenuhi langsung,” katanya.
Kata Andi Irwan, perekrutan tenaga guru sangat penting. Selain dari aspek kesejahteraan, juga memberi dampak positif terhadap keuangan daerah. “Karena kalau sudah lulus PPPK, otomatis beban keuangan daerah untuk gaji honorer berkurang. Karena PPPK dianggarkan dari pusat,” katanya.
Sementara itu tenaga PPPK formasi tahun 2018 juga tengah merampungkan berkas sebagai syarat terbitnya Nomor Induk Pegawai (NIP).
Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian BPKSDM Makassar, Kadir Masri mengatakan, 183 PPPK formasi tahun 2018 segera diterbitkan NIP nya.
“Sekarang sudah proses pemberkasan. Salah satunya SK kolektif Wali Kota. Insyaallah akhir Desember semua rampung dan NIP sudah bisa keluar,” katanya. (rhm)

