pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot akan Hapus Sistem Suket di PPDB

MAKASSAR, BkM– Dinas Pendidikan Makassar akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ini untuk meredam potensi manipulasi kartu keluarga (KK) saat Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengatakan, proses PPDB tahun ini akan dilakukan pengawasan secara ketat.
Meski ruang gerak percaloan bisa diredam lewat imbauan kementerian, namun Irwan menilai potensi itu masih rawan.”Kita bersyukur karena untuk daftar peserta didik baru cukup dengan KK. Meski begitu kita di Makassar akan berupaya praktik menyimpang bisa kita lebih tekan lagi,” ujarnya, kemarin.
Salah satu yang masih bisa menyisahkan celah, yakni “titipan” yang terdaftar di KK. Kemungkinan itu bisa terjadi.”Rencana kita mau koordinasi nanti dengan Disdukcapil. Kalau ada potensi kecurangan atau ada temuan ini sangat penting untuk dikomunikasikan,” katanya.
Irwan menjelaskan sejauh ini ada dua poin penting dari pelaksanaan PPDB yang harus ditekankan di semua sekolah. Selain potensi kecurangan, lanjutnya penggunaan suket tak lagi berlaku serta tak ada pemaksaan untuk jual beli seragam.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Ahmad Hidayat mengatakan, setiap proses PPDB, selalu saja ada keluhan mulai jual beli kursi, siswa lewat jendela, hingga memanipulasi surat keterangan (suket) domisili yang selama ini jadi acuan untuk menerima peserta didik baru.
Karena persoalan itu, Disdik akan memperketat pengawasan dalam proses PPDB di tahun ajaran baru nanti.
Termasuk menghapus syarat terkait suket domisili, khususnya yang mendaftar di jalur zonasi, karena dinilai banyak yang palsu.
“Tahun ini, bagi calon peserta didik baru yang ingin daftar di kategori domisili, tidak perlu menyertakan suket domisili. Hanya boleh menggunakan kartu keluarga (KK),” ungkap Hamad.
Diapun menyadari selalu saja ada celah untuk orang berbuat curang. Termasuk potensi memanipulasi KK bisa saja terjadi demi meloloskan peserta didik untuk masuk ke sekolah negeri.
“Jadi mulai dari sekarang kita semua coba antisipasi semua itu,” terang dia.
Proses PPDB akan berlangsung Mei hingga Juli mendatang. Pendaftaran PPDB saat ini lebih banyak dilaksanakan secara online. Pembagian gelombang pendaftaran, yaitu jalur inklusi, prestasi, zonasi umum, zonasi afirmasi, non zonasi tahap I umum, non zonasi tahap I afirmasi dan non zonasi tahap II. Jadwal pendaftaran tiap zonasi pun berbeda-beda. (rhm)



×


Pemkot akan Hapus Sistem Suket di PPDB

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar