MAKASSAR, BKM– Aksi bersih-bersih birokrasi terus dilakukan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdy di awal kepemimpinannya.
Setelah merombak dan mengganti seluruh pelaksana tugas (Plt) kepala organisasi perangkat daerah (OPD), giliran camat dan lurah yang akan dievaluasi.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, dirinya tidak sendiri melakukan evaluasi atas kinerja camat dan lurah di kota Makassar. Ia akan membentuk tim yang dinamakan Bassi Baraniya. Bassi Baraniya nantinya bertugas memilih figur yang dianggap betul-betul kredibel serta memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan camat dan lurah.
Bahkan kata Danny sapaan akrab wali kota, tim ini juga nantinya yang akan mengusulkan nama-nama calon lurah dan camat. Tentunya dengan ikut melibatkan masyarakat di masing-masing kecamatan.
“Evaluasi lurah dan camat akan kami libatkan peran serta masyarakat secara langsung. Yang kita namakan Bassi Baraniya,” ungkap Danny di DPRD Kota Makassar, Selasa (2/3).
Danny mengaku tidak ingin terlibat secara langsung dalam evaluasi lurah dan camat karena tak ingin disoroti jika yang dilakukan itu sebagai ajang balas dendam.
“Biarkan mereka yang nilai nanti. Jangan kalau saya yang nilai nanti dipikir ada dendam politik,” ungkapnya.
Orang nomor satu Makassar ini menambahkan, tim Bassi Baraniya ini beranggotakan 20 hingga 30 orang per kecamatan.
“Nantinya mereka akan menampung aspirasi dari masyarakat, kemudian bersidang dan mengusulkan nama-nama ke kami,” lanjut Danny.
Dia menambahkan, SK pembentukan Bassi Baraniya saat ini tengah berproses.
Bahkan informasi yang diperoleh BKM, hampir seluruh camat yang ada di Makassar bakal diganti.
Selain itu, Danny juga mengganti pelaksana tugas di beberapa bagian yang ada di Pemkot Makassar.
Firman Pagarra yang sebelumnya sebagai Plt Kepala Bagian Ekonomi digeser menjadi Plt Kepala Bagian Protokol. Aswis yang menjabat Plt Kepala Bagian Kesra bergeser ke posisi yang ditinggalkan Firman.(rhm)

