MAKASSAR, BKM–Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjahjo mengatakan, pandemi covid-19 berdampak pada multi sektor. Walaupun sektor pertanian memberikan kontribusi dalam perekonomian selama pandemi, namun juga terdampak khususnya pada distribusi dan pemasaran.
“Pertanian memberikan pertumbuhan positif. Sehingga pemulihan ekonomi daerah sekaligus nasional itu bertumpu pada pertanian. Ini merupakan rangkaian strategis untuk memulihkan kembali ekonomi. Pertanianlah yang bisa membawa ini,” kata Andi Ardin.
Capaian kinerja sektor ini dapat ditingkatkan dengan menghadirkan jalan tani, cetak sawah, embun, alsintan, benih, pupuk, dan dukungan penyuluhan. Produksi pada sektor ini juga sangat dipengaruhi oleh iklim dan musim serta infrastruktur.
“Oleh karena itu, pada kegiatan ini akan dilakukan sinkronisasi rancangan pembangunan yang telah dibahas pada tingkat musrembang kabupaten/kota dengan isu strategis provinsi dan agenda pembangunan yang tertuang dalam Rencana Strategis (renstra) Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel,” terangnya.
Selain itu, semua stakeholder akan menyelaraskan hasil rakor teknis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri untuk kemudian dibahas pada Musrembang Nasional dan Musrembang Kementrian Pertanian.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani sangat mengapresiasi pertemuan ini sebagai upaya untuk memberikan penyelarasan dan sinergitas menambah kecepatan dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional. Menurutnya, data sangat vital dalam perencanaan.
“Di mana-mana terkait perencanaan itu (data) harus menjadi panglima. Karena itu sinkronisasi dan penyerasian antara daerah dan provinsi,” ucapnya.
Untuk itu, semua data harus dipastikan valid. Karena data yang salah, akan menghasilkan keputusan yang salah. Dan Kebijakan yang salah dapat berurusan dengan hukum.
Lanjutnya, pertanian menjadi urat nadi, karena ini merupakan bagian dari perekonomian untuk memicu PEN di tengah pandemi Covid-19. Semua pihak harus terlibat dalam mengurus ketersedian dan mempermudah akses ketahanan pangan.
“Harapan pada forum ini muncul sebagai wadah, tempat curhat yang ilmiah. Kita mendapatkan fakta dan data serta informasi transformasi. Di olah menjadi suatu kebutuhan yang layak untuk menjadi keputusan,” pungkasnya.
Ia menilai hasil ekspor harus kuat, apalagi Sulsel merupakan lumbung pangan dan menjadi penyangga nasional dalam mensuplai provinsi lain.
“Oleh karena itu dari Badan Statistik, DPRD, TGUPP, mengetahui semua apa yang terjadi. Apa potret saat ini dan yang kita inginkan, dan transformasinya di tengah-tengah apa yang mau kita lakukan. Ada proses transformasi untuk menuju tujuan yang ingin kita capai, tentu dengan outcome dan efeknya di sana,” urainya.(nug)
Pandemi Covid Hambat Distribusi Pertanian
×

