MAKASSAR, BKM–Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan proyek kereta api Makassar – Parepare.
Proyek kereta api ini diketahui masih bermasalah soal pembebasan lahan di Kabupaten Pangkep da Maros. Namun untuk di Kabupaten Barru, Andi Sudirman mengatakan sudah tidak ada masalah.
Walaupun masih memiliki kendala pembebasan lahan di Kabupaten Pangkep, namun Andi Sudirman meyakinkan bahwa pembabasan lahan di kabupaten tersebut telah tuntas 93 persen.”Untuk Pangkep sudah 93 persen,” jelasnya singkat.
Ia mengakui, jika jalur kereta api dari Tonasa, Kabupaten Pangkep, menuju Pelabuhan Garongkong, Barru, bisa segera diakses, maka akan memperlancar arus ekspor dan impor Sulsel serta pertumbuhan ekonomi. Konektivitas jalur kereta api ini bisa menjadi jalur logistik.
Misalnya dari Pelabuhan Garongkong mengangkut batubara ke Tonasa dan sebaliknya dari Tonasa mengangkut semen.
Sementara, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, Zulmafendi sempat memuji pemerintah provinsi yang dengan tegas mau melanjutkan proyek ini.
“Atas nama Kementerian Perhubungan mengucapkan terima kasih karena secara konsisten mendukung proyek ini. Proyek ini adalah inisiatif Presiden Jokowi, yang direspon baik oleh Gubernur dan Bupati,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan fokus mengerjakan proyek kereta api ini sampai bisa terhubung ke Pangkep. Setidaknya sampai akhir tahun ini.
Sementara pengerjaan akan difokuskan di dua tahun selanjutnya hingga bisa terhububg sampai Makassar.
“Kita fokus pada apa yang akan dikerjakan. Hingga akhir tahun ini bisa sampai Pangkep. Baru tahun depan 2022 bisa sampai Maros (Bosowa) dan tahun 2023 bisa sampai Makassar,” jelasnya.(nug)

