MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar kembali menyoroti produksi sampah di kota Makassar yang semakin hari semakin meningkat. Bahkan diperkirakan telah mencapai 900 ton perhari sedangkan lahan telah habis terpakai atau over kapasitas.
Menurut anggota DPRD Makassar, Andi Pahlevi,pengelolaan sampah di kota Makassar semakin hari semakin menurun. Bahkan beberapa tahun Pemkot Makassar sudah tidak lagi fokus terhadap pengelolaan bank sampah di tingkat RW dan kelurahan.
“Kita bisa lihat sendiri bagaimana volume sampah terus bertambah, sedangkan pengelolaannya buntuh. Nah makanya sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma lama terkait penanganan masalah persampahan, hidupkan lagi itu bank sampah,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Selasa (23/3).
Lanjut legislator Fraksi Gerindra Makassar ini bahwa, paradigma pengelolaan sampah telah berubah, dimana masyarakat tidak melakukan pengelola sampah lagi dan mengumpulkan.”Kita tidak tahu kenapa di RT/RW sudah tidak jalan pengelolaan sampah menjadi barang yang bernilai guna,” ucapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar lainnya, A Apiaty Kamaluddin menggungkapkan, produksi sampah semakin besar sementara lahan menipis. Dampaknya, terjadi pencemaran lingkungan karena produksi sampah tidak berkurang seperti kegiatan manusia yang dibatasi.
“Kita butuh pengelolaan dengan baik sebelum benar-benar berakhir di TPA. Masalah sampah selalu polemik kita hadapi dan kita-kita ini penghasil sampah. Produk sampah kita 900 ton perhari bisa dibayangkan dalam sebulan sampai setahun bagaimna bentuknya,” jelasnya.
Ia meminta kepada warga Kota Makassar untuk pintar dalam pengelolaan soal sampah. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum paham terkait Perda nomor 4/2011. “Kita minta juga warga ikut berperan membantu bagaimana mengelola sampahnya,” tuturnya. (ita)

