pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Simulasi Makassar Recover Tetap Berjalan

MAKASSAR, BKM –Walaupun ada kejadian teror bom, Pemkot Makassar tetap akan melaksanakan Makassar Recover sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tak ada penundaan, simulasi program tetap dilakukan 5 April mendatang.
Simulasi tersebut melibatkan berbagai stakeholder mulai Ikatan Dokter Indonesia Makassar, relawan, tenaga kesehatan, hingga influencer.
Beberapa agenda kegiatan akan dilaksanakan. Mulai tes covid-19, tracing, pendataan warga, hingga vaksinasi massal.
Khusus untuk pemeriksaan status covid warga, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan menggunakan dua metode. Yakni dengan genose dan PCR.
Itu dilakukan untuk membandingkan akurasi hasil pemeriksaan dari dua alat tersebut.
Sebelumnya, Danny berniat menggunakan genose sebagai alat deteksi covid. Namun ada informasi yang meragukan akurasi alat tersebut sehingga pada 5 April mendatang, akan menjadi ajang perbandingan antara genose dan swab PCR.
“Jadi tanggal 5 itu akan dilaksanakan simulasi model alat pendeteksi covid-19.Akan dihadiri empat penemu genose karena saya akan pertandingkan genose dengan PCR supaya inimi ajang pembuktian jika genose kebanggaan kita, semoga akurasinya teruji di sini,” ungkap Danny.
Dia melanjutkan, dengan adanya kejadian bom bunuh diri pada Minggu (28/3) lalu, Makassar Recover bukan sekadar program yang bergerak di bidang kesehatan, adaptasi sosial dan pemulihan ekonomi, namun juga jadi momen untuk membangun sistem pengawasan dan keamanan warga dari segala aktifitas negatif, utamanya terorisme.
“Jadi kan nanti kita akan mendata seluruh warga Makassar, mulai tempat tinggal, pekerjaan, dan data personal lainnya. Akan dirangkum dalam big data sehingga memudahkan kita memantau aktifitas warga dan mendeteksi kerawanan, ” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh. Ansar mewakili Walikota Makassar dalam rapat koordinasi lintas SKPD bersama Hasanuddin CONTACT, sebagai penguatan komitmen pemangku kebijakan untuk penanggulangan Covid19 dan optimalisasi KTR dalam mendukung program Makassar Recover, di Ruang di sipakalebbi, Selasa (30/3).
Dalam rapat koordinasi tersebut Sekda Kota Makassar menyampaikan dampak bahaya rokok ditengah pandemi Covid19. Sebab, perokok memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan Covid19.
“Program Makassar Recover dapat diselaraskan dengan implementasi peraturan kawasan tanpa rokok dan menjadikan momentum Makassar sebagai kota sehat dan layak anak,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Direktur Hasanuddin CONTACT, Prof DR dr Alimin Maidin, tentang tingginya persentase perokok di Kota Makassar yang mencapai 22 persen dari jumlah penduduk.
Menurutnya dari 22 persen tersebut, 9,2 persen adalah anak-anak. Hal ini patut mendapatkan perhatian, dimana diketahui perokok lebih rentan tertular dan menularkan Covid 19.
“Perlu adanya komitmen bersama untuk meningkatkan kepatuhan kawasan tanpa rokok (KTR) khususnya di beberapa kawasan seperti fasilitas kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, serta tempat umum lainnya,” tuturnya.
Komitmen bersama atas kepatuhan KTR diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya mendukung program Makassar Recover, dengan melibatkan berbagai stakholder. (rhm)




×


Simulasi Makassar Recover Tetap Berjalan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar