MAKASSAR, BKM — General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Enriany Muis menilai jumlah penumpang kapal Ramadan tahun ini mengalami peningkatan yang tidak signifikan jika dibandingkan pada posisi tahun lalu.
“Tahun lalu pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penularan covid-19. Tahun ini larangan tersebut juga masih diberlakukan, sehingga jumlah penumpang kapal yang naik dan turun tidak sama seperti menjelang lebaran tahun-tahun sebelumnya,” ujar Enriany, Selasa (4/5)
Di minggu kedua Ramadan 1442 Hijriah atau 21 hingga 28 April 2021, menurut dia, jumlah kapal penumpang yang dilayani mencapai 14 call dengan penumpang naik atau embarkasi sebanyak 2.372 dan debarkasi atau penumpang turun 2.893.
“Di minggu ketiga, kapal penumpang yang dilayani Cabang Makassar yaitu 14 call dengan jumlah penumpang embarkasi sebanyak 2.920 dan debarkasi 2.783,” sebutnya.
Senada yang dikatakan Corporate Secretary PT Pelindo IV Dwi Rahmad Toto. Kata dia, tahun 2020 geliat penumpang menurun hingga 50 persen karena adanya pembatasan pergerakan. Walaupun masih situasi yang sama tahun ini, arus penumpang kembali membaik.
“Tahun ini kondisi arus penumpang perlahan mulai membaik. Itu tak lepas dari intervensi pemerintah dalam menangani pandemi covid-19. Salah satunya melalui gerakan vaksinasi,” ungkapnya.
Sementara untuk menekan penyebaran covid-19, Rahmad Toto mengatakan, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mulai menggunakan layanan alat deteksi covid-19 Genose C-19 di Pelabuhan Makassar, terhitung mulai Senin (3/5).
Pemberlakuan alat tes tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.
“Alat Genose C-19 ini akan menjadi alternatif bagi penumpang yang melakukan perjalanan dengan kapal laut, selain swab antigen. Untuk layanan ini, biaya sebesar Rp40.000 per penumpang untuk sekali melakukan deteksi covid-19,” terang Enriany.
Menurut dia, besaran biaya yang diterapkan untuk penumpang kapal sama dengan penggunaan Genose di Bandara Sultan Hasanuddin. “Namun, ada syarat bagi penumpang kapal yang ingin melakukan deteksi dengan Genose selain membawa KTP, yaitu tidak boleh merokok, tidak boleh makan dan minum selama dua jam sebelum menggunakan Genose,” ujarnya.
GM Cabang Makassar juga menuturkan, ada dua unit alat Genose C-19 yang dioperasikan pihaknya di Pelabuhan Makassar, tepatnya di lantai satu di pintu sebelum naik ke atas kapal. Dia berharap, dengan adanya Genose, memberikan alternatif bagi penumpang dan Cabang Makassar untuk mendukung pemutusan rantai penularan covid-19 dengan menyiapkan fasilitas alat deteksi besutan mahasiswa UGM ini di Pelabuhan Makassar.
Adapun pemeriksaan Genose C-19 dilaksanakan di pelabuhan pada hari H keberangkatan. Apabila pada saat tes Genose C-19 di hari H ditemukan hasil positif pada calon penumpang, maka akan dilakukan pemeriksaan rapid test antigen melalui petugas tenaga kesehatan yang berwenang di pelabuhan. (jun)

