UNIVERSITAS Hasanuddin (Unhas) menyelanggarakan halal bihalal tepat di hari pertama masuk kerja usai libur lebaran, Senin (17/5). Acara tersebut digelar secara luring terbatas di ruang senat Lt.2 Gedung rektorat Unhas. Sebab kegiatan tersebut mengutamakan penerapan protokol covid-19.
Halal bi Halal dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Ketua Senat Akademik, Prof Dadang Achmad Suriamihardja, dan Majelis Wali Amanat yang diwakili, Prof Syamsul Bahri. Hadir pula secara luring para wakil rektor, para dekan, direktur, kepala biro, dan ketua lembaga.
Menurut Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, kegiatan yang dilakukan akademik Unhas untuk pertama kali pascalibur lebaran dengan menggelar halal bihalal secara virtual bersama seluruh civitas akademik. kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat silatirahmi usai melaksanakan puasa ramadan dan Idulfitri 1442 H.
“Sejak dulu, Unhas selalu memberi perhatian pada pembinaan kampus bernuansa religius, yang dimaksudkan untuk menghasilkan insan cendekia berkarakter, yang memadukan ilmu, adab dan etika. Olehnya itu, kita mengadakan pertemuan pertama pascaidulfitri dengan bersalaman dan bertatap secara virtual dengan pertimbangan covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, Prof Dwia berharap dengan kegiatan halal bihalal bisa mempererat silahturahmi dan keharmonisan yang ada dilingkup Unhas kedepannya.”Unhas ingin menghasilkan luaran yang kreatif dan inovatif, tidak hanya mencerahkan kehidupan dunia, namun juga mendapatkan kehidupan magrifah. Unhas punya GUMSB yang diharapkan dapat menghadirkan SDM yang cerdas. Oleh karena itu, halal bihalal menjadi wadah untuk mengedapankan keharmonisan,” bebernya.
Kegiatan halal bihalal juga diisi dengan penyampaian hikmah Halal Bihalal oleh Dr TGB Muhammad Zainul Majdi, LC, MA dan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Agung Ma’arif, mahasiswa FISIP Juara I cabang lomba Tilawah pada MTQ tingkat Unhas tahun 2021.
“Al-Quran dan hadist menyampaikan hal tersebut yang dilakukan secara berulang. Meletakkan kata silaturahmi yang artinya menyambung kasih sayang. Ekspresi dan perilaku ulul albab yang tidak henti-hentinya menunjukkan kebiasaan mereka adalah yang senantiasa menyambung silaturahmi,” jelas Dr Majdi.
Agama Islam hadir dalam sejarah, masuk dalam ruang dan waktu yang didalamnya ada manusia dengan segala tradisi dan budaya. Halal Bihalal hadir dalam ruang kehidupan yang mengandung nilai-nilai mulia.
“Kita bisa mendapatkan hidayah Allah, silaturahmi banyak sekali manfaat dan mendapatkan hal baik dari luar. Kita bisa berkembang bukan hanya kemampuan sendiri, tapi dengan jejaring dan silaturahmi dengan baik,” tutupnya. (ita)

