MAKASSAR, BKM– Selama ini, peran dan fungsi Komite Sekolah masih kerap diabaikan. Wadah yang menjadi perwakilan orang tua di sekolah itu hanya sekadar aksesori dan artificial. Bahkan, jadi semacam alat pelengkap penderita pada satuan pendidikan.
Statemen itu dikemukakan Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Adi Suryadi Culla pada kegiatan Rakor Peningkatan Peran Komite Sekolah Negeri dan Swasta se Kota Makassar, Selasa (29/6), di Hotel Arthama.
Bahkan, kata Adi, ada persepsi yang sangat buruk melekat komite sekolah karena organisasi itu dianggap sebagai pengumpul pundi-pundi atau dana bagi sekolah.
Malah, lanjut dia, di beberapa temuan, komite sekolah terperangkap di arus politik. Jika tidak menjadi bagian dari gerbong pemenang pemilihan kepala daerah, maka mereka akan diganti.
“Jadi memang, ada pandangan seperti itu yang melekat di komite sekolah. Ini sudah keliru sebetulnya
Saatnya sekarang, Komite Sekolah menghapus stigma tersebut dengan memainkan peran secara bersungguh-sungguh.
Adi mengatakan, proses revitalisasi bagi Komite Sekolah harus dilakukan agar bisa mendapat tempat dan kepercayaan dari para orang murid untuk menjadi jembatan dengan pihak sekolah jika ada persoalan yang harus diselesaikan.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Hj Apiaty Amin Syam mengatakan, komite sekolah seharusnya bertugas memberi pertimbangan dalam penentuan kebijakan pendidikan di sekolah. Selain itu, melakukan pengawasan rencana anggaran terhadap belanja sekolah.
Namun dia melihat masih banyak komite sekolah yang merasa tidak dibutuhkan sekolah. Padahal, kapasitasnya sebagai jembatan antara orang tua dan pihak sekolah.
“Jadi peran dan fungsi komite sekolah itu sangat penting sebagai wakil orang tua murid. Keberadaannya sebagai jembatan, ” ungkap Apiaty.
Dia berharap, para komite sekolah yang telah mengikuti rakor, bisa lebih memahami perannya.
“Kami berharap, para komite sekolah yang sempat hadir bisa memanfaatkan momen ini. Materi-materi yang disampaikan narasumber menjadi rujukan dan pegangan untuk bisa mengelola komite sekolah lebih baik lagi, ” tandas Apiaty.
Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut diantaran Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulsel Ady Suryadi Culla, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Ramli Rahim, dan Sawedi Muhammad. (rhm)

