MAKASSAR, BKM — Tim zero anak jalanan (Anjal) dan gelandangan pengemis (Gepeng) serta peminta sumbangan di jalan kembali ditertibkan. Terdapat lima orang pengemis ditertibkan saat sedang beroperasi.
Mereka dijaring di sejumlah lokasi jalan strategis di Makassar. Diantaranya perempatan Jalan Sungai Saddang- Jenderal Sudirman dan lampu merah Jenderal Sudirman-Monginsidi, pada Minggu (26/9).
Setelah dilakukan assesment terhadap lima orang pengemis yahg terjaring, diketahui jika salah satu diantaranya adalah warga Kabupaten Gowa dan mengaku bertempat tinggal dekat dari Rumah Adat Balla Lompoa.
Dari pengakuan yang bersangkutan yang bernama Acho, dirinya pernah mendapatkan KIS dan Bansos.
Plt Kadis Sosial Kota Makassar, Rusmayani Madjid, menjelaskan, anjal gepeng, hingga peminta sumbangan yang terjaring didata dengan seksama, selanjutnya diberi pemahaman untuk tidak lagi berkeliaran di jalan.
“Data kembali dengan seksama alamat jelasnnya, nanti kita kembalikan ke tempat asalnya,” ungkap wanita yang akrab disapa Maya itu.
Dia melanjutkan, kehadiran anjal, gepeng, hingga peminta-minta sumbangan merusak tatanan kota Makassar. Selain itu, menggangu arus kendaraan, khususnya di perempatan jalan yang cukup ramai tempat mereka beraksi.
Maya memberikan apresiasi kepada seluruh tim atas kerja kerasnya melakukan penertiban.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan satpol PP Kota Makassar atas kerjasamanya,” kata Maya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Sosial, Muhyiddin Mustakim, mengatakan, pihaknya langsung memberikan intruksi kepada tim untuk segera melakukan penindakan dalam penanganan anak jalanan dan pengemis serta gelandangan.
“Ini sesuai intruksi langsung dari bapak wali kota Makassar, kota dunia adalah kota yang terbebas dari anak jalanan dan gelandangan. Jika ada warga dari luar Kota Makassar, koordinasikan kepada pemerintah asalnya. Selanjutnya pulangkan. Jangan membuat kota smart city ini jadi kotor akibat keberadaannya untuk datang mengemis,” tandasnya. (rhm)

