MAKASSAR, BKM–Sekolah yang saat ini melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, tidak boleh lengah dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Jika hal itu terjadi, ancaman sanksi menanti kepala sekolah.
“Kalau ada pelanggaran di sekolah dalam pelaksanaan PTM, maka perlu ada sanksi ke pihak sekolah. Karena sekolah bertanggungjawab atas sesuatu terjadi. Apalagi tidak menerapkan prokes sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir, kemarin.
Menurutnya, pemkot harus tranparan ke publik soal sekolah yang dianggap melanggar penerapan prokes. Apalagi berkaitan dengan adanya claster baru nantinya.
“Dengan adanya trasparan dari diknas atau pemkot maka bisa diantipasi. Sekolah tak boleh abaikan pritkes karena kita tidak mau ada klaster baru,” terangnya.
Kendati demikian, ia mendukung langkah Pemkot Makassar untuk memulai PTM di tigkat SMP. Wahab bahkan menyarankan pada pemkot agar simulasi PTM tak molor lagi.
“Kita berharap ada simulasi sudah berjalan saat ini, pemkot sebagai eksekutif. Mereka punya kepedulian taat segala aturan berlaku,” ujarnya.
Politisi Golkar Makassar itu bahkan mendukung PTM, karena hal tersebut adalah salah satu aspirasi masyarakat.
“Kalau kita turun ke lapangan mereka selalu bertanya kapan sekolah tatap muka. Jadi saya bicara dalam konteks wakil rakyat sekaligus orang tua siswa. Karena bahaya anak anak kita kalau ada krisis psikologi,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik, menegaskan, jika ancaman sanksi menanti kepala sekolah jika lengah menjalankan prokes.
“Sanksinya akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan. Risikonya tentu di kepala sekolah karena kan sudah dibentuk satuan tugas (satgas) covid-19 di sekolah, jadi mereka yang bertanggung jawab atas pengawasannya. Tapi akan kita lihat kasusnya dulu, apakah berat, sedang, atau ringan. Kalau ringan, kita kasih peringatan,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Lia sapaan akrab Amalia Malik, memastikan akan ada sekolah lain yang menyusul menggelar PTM terbatas usai evaluasi dilakukan.
Sekolah yang akan menyusul itu, katanya, dipastikan berstatus layak berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan Disdik.
“Ada tambahan simulasi PTM, cuman saya belum tahu berapa banyak. Kita harapkan semua sekolah hasil vervalnya dari daftar periksa sekolah layak sehingga bisa kita usulkan untuk PTM terbatas,” papar Lia.
Ia menjelaskan, simulasi PTM terbatas memasuki hari kelima. Jelang sepekan pelaksanaan, Disdik Makassar mengklaim semuanya berjalan baik tanpa kendala berarti.
“Semua berjalan sesuai jadwal, semangat anak-anak juga luar biasa,” ucapnya.
Ia menyebutkan, hasil tes antigen juga menyatakan seluruh siswa yang mengikuti PTM terbatas dalam kondisi negatif Covid-19. Setelah dua pekan, kesehatan siswa kembali akan diperiksa serta dites menggunakan GeNose.
“Setelah dua Minggu, siswa kita skrining kesehatannya, dites GeNose juga untuk mengecek paru-parunya,” jelas Lia.(nug)

