MAKASSAR, BKM — Tahun depan, Pemerintah Kota Makassar masih fokus dalam penanganan covid-19. Hanya saja, di tahun 2022 mendatang, lebih pada upaya untuk membangkitkan ekonomi karena kasus covid di Makassar semakin terkendali.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’Pomanto menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk kebangkitan ekonomi.
“Itu 2022 kita akan konsentrasi di pemulihan ekonomi dan kebangkitan ekonomi, banyak di situ,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu yang lalu.
Dia mengemukakan, Pemkot Makassar akan fokus pada UMKM dan investasi.
“Konsentrasi ke UMKM karena peluangnya untuk membuka lapangan kerja baru sangat besar. Termasuk sektor investasi. Kenapa harus buka lapangan kerja yang sebesar-besarnya, supaya warga bisa sibuk kerja. Kalau orang ada kerjanya, orang tidak perang kelompok. Ekonomi ini motifnya. Itumi kenapa saya konsentrasi di beberapa program. Ini obatnya sekarang. Karena tidak ada pekerjaannya baku tikam mi, baku tobok, tidak ada juga olah raga sama kesibukannya, sembarangmi cari lawanmi. Biar temannya ditikam. Itu harus dilihat tanda-tandanya jadi harus cepat,” kata Danny.
Danny Pomanto menambahkan, telah menyiapkan strategi untuk membangkitkan ekonomi. Seperti membuat sistem toko berjalan yang dinamai tettere.
Selain itu, dengan menghadirkan lorong wisata dan ojol day. Bakal diluncurkan dalam waktu dekat.
Pemerintah juga bakal tetap menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan Covid-19 melalui alokasi belanja tidak terduga (BTT).
“BTT tetap fokus di pandemi, persiapan pandemi, itu lebih banyak kesitu,” jelasnya.
Sementara, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Muh Dakhlan mengaku, telah mengusulkan dana sebesar Rp200 miliar untuk penanganan covid pada tahun depan.
Namun masih sebatas dan dibahas tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).
“Jadi, kita siapkan sekitar Rp200 miliar untuk penanganan covid tahun depan,” singkatnya.
Kata dia, anggaran tersebut berkurang Rp50 miliar dari sebelumnya Rp250 miliar dalam pembahasan di APBD Perubahan tahun 2021.
Setelah rapat dengan TAPD, selanjutnya membahas dengan badan anggaran di DPRD Makassar.
Sementara, Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Helmy Budiman, mengaku jumlah tersebut belum final dan berpotensi berubah. Apalagi, tren kasus covid-19 belakangan terus mengalami penurunan. (rhm)

