MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menargetkan progres capaian warga yang telah melakukan vaksinasi sebesar 95 persen pada Desember mendatang.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan, untuk merealisasikan target tersebut, beberapa skenario akan dilakukan.
Diantaranya, memaksimalkan proses vaksinasi untuk anak sekolah dan untuk lanjut usia (lansia) serta mengawal proses vaksinasi tahap kedua.
Dari strategi yang akan dijalankan tersebut, vaksinasi lansia dinilai punya tantangan yang cukup tinggi.
Padahal pemerintah pusat menekankan agar vaksinasi untuk lansia harus ditingkatkan.
Untuk itu, Pemkot Makassar berencana akan melakukan vaksinasi lansia secara door to door atau jemput bola.
“Kita akan melakukan vaksinasi lansia usia 55 tahun ke atas dengan sistem door to door atau dari rumah ke rumah,” ungkapnya.
Namun, kata Danny, sambil menyasar lansia, nakes yang bertugas nantinya juga harus memperhatikan apakah warga sudah melaksanakan vaksinasi tahap dua atau belum.
Diapun menekankan peran RT/RW untuk menyukseskan program ini. Salah satunya, dengan menyiapkan data warga yang ada di wilayah masing-masing.
Agar vaksinasi door to door ini bisa berjalan lebih baik, Pemkot Makassar juga menggandeng aparat TNI Polri untuk bersinergi.
“Kita juga butuh aparat TNI/Polri untuk menuntaskan vaksinasi ini,” sebut Danny.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan sejauh ini, vaksinasi lansia di Makassar masih berada di posisi 36,49 persen dari target 101.284 ribu orang.
“Pemkot harus mengejar 24 ribu lansia untuk mencapai target 60 persen,” ungkapnya.
Dia pun mengaku, pihaknya sudah menyusun rencana untuk menggencarkan vaksinasi lansia, melalui program door to door.
Program ini menggandeng aparat TNI dan partai Golkar untuk menyisir penduduk dari rumah ke rumah agar mau divaksin.
“Pekan ini kita jalan. Tadi kita sudah rapat dengan Dandim. Mulai besok kita persiapkan semua tim, baru kita turun,” jelasnya.
Ida menyampaikan, pihaknya sudah mengantongi data-data warga yang belum divaksin, khususnya lansia.
“Pada saat kita turun, bukan berarti lansia saja yang kita sasar, walaupun memang sasaran utamanya adalah lansia, tetap juga kita mengejar target wali kota 95 persen di Desember,” paparnya.
Ida mengakui, sejauh ini sangat susah melibatkan lansia sebagai target vaksinasi.
Lewat program door to door ini, edukasi bisa dilakukan dengan baik menggunakan pendekatan personal.
“Walaupun kemarin kita sudah turun vaksinasi mobile 100.1.100, tetapi masih banyak juga lansia yang enggan untuk datang. Jadi kita turun untuk edukasi,” sebutnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan lansia ogah divaksin, yakni karena faktor keluarganya yang melarang dan faktor dari orangtua itu sendiri tidak mau divaksin.
“Jangan sampai mereka yang tidak mau divaksin itu yang masih minim pengetahuan tentang vaksinasinya,” katanya. (rhm)

