MAKASSAR, BKM –Badan Meteorologi dan Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sulsel menegaskan jika puncak musim hujan diperkirakan dimulai Desember, Januari, dan Februari.
BKMG juga kembali memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa daerah di Sulsel dalam musim penghujan ini. Terutama bencana Hidrometeorologi.
Diketahui bencana Hidrometeorologi adalah sebuah bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi. Seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin.
Banyak bencana yang termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi, antara lain kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, el nino, la nina, longsor dan berbagai bencana lainnya.
Salah satu penyebab dari maraknya bencana hidrometeorologi adalah perubahan cuaca yang didukung dengan kerusakan lingkungan yang semakin masif.
Prakirawan BMKG Sulsel, Agus membenarkan, jika cuaca ekstrim akan berpotensi terjadi saat memasuki puncak musim hujan. Puncak musim hujan sendiri diperkirakan akan masuk pada Desember, Januari, dan Februari.
“Potensi cuaca ekstrim akan lebih banyak terjadi di puncak musim hujan. Yaitu di bulan Desember, Januari dan Februari,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (18/11).
Di puncak musim hujan ini juga perlu diwaspadai adanya ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung bisa saja terjadi di Sulsel.
“Ya tentunya (potensi bencana hidrometeorologi), terutama banjir, longsor, puting beliung dan lain-lain. Itu untuk wilayah Sulsel secara umum ya,” ungkapnya.
Agus mengatensi lebih wilayah Luwu Raya. Karena di wilayah ini hujan diperkirakan akan turun sepanjang tahun.
“Yang patut diperhatikan di wilayah Luwu Raya. Hujan hampir terjadi sepanjang tahun di sana,” katanya.
Selain Luwu Raya, beberapa wilayah lain juga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Terutama daerah dataran tinggi dan wilayah pesisir bagian barat Sulsel.
Selain Luwu Raya) daerah dataran tinggi seperti Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Soppeng, dan lainnya juga berpotensi terjadi. Serta pesisir barat Sulsel mulai Pinrang, Pare-pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng.
Olehnya, ia mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri memghadapi musim pemghujan ini. Baiknya masyarakat selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya dan juga kesehatannya.
“Kami imbau agar masyarakat lebih mempersiapkan diri untuk mengahadapi musim penghujan ini dengan selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan. Pastikan kita sudah siap menghadapi masa musim penghujan ini,” imbaunya.
Sementara untuk Makassar sendiri, dalam sepekan kedepan diperkirakan masih akan turun hujan dengan intensitas ringan – sedang. (jun)

