MAKASSAR, BKM– Warga mulai bergotong royong melakukan pembersihan akibat banjir yang menggenangi pemukimannya. Bahkan aparat pemerintah setempat membantu evakuasi warga dan mendirikan posko banjir.
Camat Biringkanaya, Mahyuddin, mengatakan, saat ini warga yang terdampak banjir masih mengungsi di posko dan tempat yang disediakan. Bahkan telah didirikan dapur umum untuk warga yang mengungsi untuk sementara.
“Ini memang cukup parah karena hujan yang begitu lebat.Warga masih ada di posko pengungsian sampai betul-betul air sudah mulai surut. Sementara yang terdampak jumlahnya sekitar 2.400 warga,” ungkapnya saat melihat dapur umum warga, Rabu (8/12).
Selain itu,jumlah warga yang mengungsi hampir rata di seluruh kelurahan. Namun titik kelurahan yang paling terparah di Kelurahan Katimbang, sebab hampir semua wilayah kelurahan Katimbang warganya mengungsi.
“Kita juga sudah bangun dapur umum. Sementara 11 titik posko disiapkan. Kebutuhan yang paling utama untuk warga yakni makanan, air bersih dan obat-obatan untuk anak-anak,”ujarnya.
Lanjutnya bahwa, banjir yang terjadi karena permasalahn bendungan sungai yang tidak bisa menahan debit air. “Permasalahan ini adalah banjir tahunan dari sungai. Sudah dilakukan pengerukan dan pemerintah daerah membuatkan kanal untuk menahan air yang datangnya besar,” tuturnya.
Hal yang sama dilakukan Camat Tamalanrea, Muh Rheza. Sejak kemarin sudah mengevakuasi warga yang terdampak banjir sebanyak 1.300 warga ke posko pengungsian dan warga juga telah diimbau untuk mematikan aliran listrik saat mengungsi.
“Mungkin sudah ada yang bersih-bersihkan rumahnya dan ada juga yang masih dipengungsian. Kita sudah siapkan dapur umum dan pengecekan kesehatan di posko pengungsian, semoga air segera cepat surut,” bebernya.
Ia juga akan kembali meninjau banjir di BTN Antara, BTN Hamzy dan BTN Asal Mula di Kelurahan Tamalanrea Indah, kemudian meninjau Arus Sungai Tallo di Dermaga Bung Permai Kelurahan Tamalanrea Jaya, NTI dan BTN Angkatan Laut Kelurahan Kapasa, Batu Doang Kelurahan Kapasa Raya serta meninjau banjir di daerah Tama’lalang Kelurahan Parangloe.
“Semua lurah sudah membuka posko pengungsian. Ada delapan titik posko pengungsiann bagi warga yang rumahnya terdampak banjir dan membuka Posko Siaga Banjir 24 Jam di masing masing Kontainer Recover Centre. Bantuan untuk warga juga sudah disiapkan,” jelasnya. (ita)

