MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa Pasar tradisional salah satunya di Pasar Pabaeng-baeng. Sidak tersebut dilakukan untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pangan saat perayaan natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru).
Bersama Plt Gubernur, hadir juga Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sujana, Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Eko Pranoto, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI, Hilman Pujana.
Plt Gubernur berinteraksi dengan pedagang dan juga pembeli. Ditemukan, harga yang paling mengalami peningkatan tajam yakni cabe. Dimana sebelumnya Rp15-20 ribu perkilo, kini untuk cabe rawit Rp85 ribu/Kg, cabe keriting Rp50 ribu/Kg, dan cabe besar Rp45 ribu/Kg. Demikian juga telur, mengalami kenaikan.
“Ini ada kenaikan dari bulan lalu, kalau dulu saya beli Rp5 ribu masih dapat sekitar setengah liter. Sekarang beberapa biji saja. Jadi sekarang tidak beli perkilo, beli secukupnya saja karena memang perlu,” kata Ani, salah seorang pembeli di pasar Pabaeng-baeng.
Andi Sudirman juga menyampaikan, harga cabe tinggi karena suplai cabe berkurang karena pergantian musim. Demikian juga banjir terjadi di sentra produksi cabai.
“Ada yang memang tinggi itu cabe rawit. Ini karena suplai yang agak berkurang diakibatkan pergantian musim. Kebetulan pada bulan ini juga ada peralihan. Demikian juga dengan banjir di daerah sentra,” jelas Andi Sudirman, akhir pekan kemarin usai melakukan sidak pasar tradisional.
Pemerintah sendiri berperan lebih aktif dalam mengendalikan harga komoditas kebutuhan pokok di pasaran. Kenaikan harga yang terjadi saat ini, sangat memberatkan bagi masyarakat. Melalui operasi pasar, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga sepadan.
“Kita sudah melakukan operasi pasar dan instruksinya pada semua wilayah-wilayah yang tinggi kita akan lakukan operasi pasar untuk beberapa hari ke depan. Termasuk cabe,” ujarnya.
“Kalau kita terus operasi pasar, Insyaallah akan stabil dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Kenaikan harga yang terjadi, sebutnya, karena faktor mekanisme pasar akibat kurangnya pasokan, tetapi permintaan tinggi.
“Saya yakin tidak ada permainan (harga) dan juga pak kapolda sudah menegaskan ke kita bahwa akan dilakukan penindakan tegas, itu sudah instruksi menyeluruh,” tekannya.
Sedangkan, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sujana, menegaskan, jika pihaknya mendukung pelaksanaan operasi pasar. “Kami dari awal bersama-bersama pemda untuk melaksanakan operasi pasar. Ini sudah sampai ke tingkat kabupaten. Sampai saat ini, untuk sembako kami belum menemukan adanya penimbunan-penimbunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Hilman Pujana, menyampaikan, KPPU fokus di saluran distribusi, juga telah dipetakan dari hulu ke hilir sampai ke pasar. “Kami minta untuk tidak bermain-main menghambat pasokan di pasar,” tegasnya. (jun)

