MAKASSAR, BKM — Moda transportasi Teman Bus di kota Makassar untuk sementara waktu tidak beroperasi dan perlu dievaluasi. Hal ini menyusul penolakan sopir angkutan kota atau Petepete yang merasa rutenya diambil.
Sopir Petepete sempat beberapa kali menghadang Teman Bus yang sedang beroperasi. Mereka tak terima pendapatannya berkurang lantaran masyarakat lebih memilih Teman Bus.
“Kemarin-kemarin uji coba tapi banyak demo. Jadi sekarang evaluasi untuk rute yang tidak banyak beririsan sama angkutan petepete,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, Minggu (26/12).
Dishub belum memutuskan sampai kapan Teman Bus akan berhenti beroperasi. Saat ini, pihaknya masih membahas evaluasi rute itu bersama Kementerian Perhubungan.
Untuk itu, masyarakat yang ingin mencoba Teman Bus diharapkan bersabar. Arafah menyatakan, pengoperasian kembali Teman Bus akan dimulai setelah ada keputusan dari Kementerian Perhubungan.
“Mudah-mudahan secepatnya bisa operasi. Masih komunikasi dengan kementerian, karena Teman Bus merupakan program pusat bertujuan untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, butuh ruang komunikasi banyak pihak untuk menerapkan Teman Bus supaya ada titik temu. Pasalnya, meskipun Teman Bus baik dan dibutuhkan masyarakat tapi hal itu tidak boleh mengorbankan pihak lain, dalam hal ini sopir angkot.
Sudirman mengaku, sejauh ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Makassar. Pihak pemkot, lanjutnya, sudah siap memfasilitasi untuk membuka komunikasi dan musyawarah bersama sopir angkot.
“Mungkin awalnya saja begini. Tentu kita minta juga untuk sopir angkot, kita ingin fasilitasi, kita minta dari kementerian. Sudah seharusnya kita mensuport. Tentu pendekatannya dengan komunikasi,” katanya.
Sudirman juga meminta agar Teman Bus dan Petepete saling mendukung. Karena menurutnya moda transportasi ini hanya butuh waktu penyesuaian.
Sudirman mencontohkan kondisi di Jakarta. Awalnya, penggunaan bus sebagai angkutan umum kota juga mendapat pertentangan. Namun seiring waktu dapat bersinergi dengan layanan angkutan umum lainnya.
“Jakarta juga kelihatan angkot mereka tidak kekurangan penumpang dengan adanya bus, karena ada strategi di sana. Ini yang perlu dikomunikasikan dengan baik,” katanya.
Kepala UPT Transportasi Mamminasata Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Prayudi Syamsibar, juga mengatakan tidak semua Teman Bus tidak beroperasi sembari menunggu keputusan dari pusat
“Adapun koridor Teman Bus yang tidak beroperasi Koridor 1 yaitu jalur Terminal Mallengkeri – Kampus Unhas dan Koridor 2 jalur Mall Panakkukang – Bandara Sultan Hasanuddin. Untuk koridor 3 dan 4 masih beroperasi,” jelas Prayudi. (jun)

