POLMAN, BKM — Para perangkat desa se Kabupaten Polewali Mandar tanpa
terkecuali wajib mendukung kegiatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah sebagai upaya memberi contoh kepada warga desa agar ikut serta progam vaksinasi covid-19 sehingga berhasil sesuai harapan.
Kades Daala Timur, Suparman saat ditemui BKMmembenarkan jika ada salah seorang Kadus di desanya menolak divaksinasi. Hal tersebut bisa menjadi kendala di lapangan untuk mendukung progam vaksinasi dari pemerintah. Pihaknya telah menemui sang Kadus dan memberikan pilihan jika tetap menolak divaksinasi sebaiknya membuat surat penguunduran dari Kadus. Karena program vaksin adalah progam pemerntah yang harus didukung dan disukseskan tujuannya demi kesehatan bersama.
Sementara kegiatan vaksinasi di Desa Kenje Kecamatan Campalagian
Kabupaten Polewali Mandar justru Kades Kenje bersama 11 aparat desa secara sadar dan sukarela pertama kali divaksinasi agar bisa dicntoh dan jadi panutan bagi waga Desa Kenje.
Kades Kenje, Alimuddin ketika ditemui dikediamannya sepulang dari Kantor Desa mengaku heran dengan ulah oknum Kadus yang menolak divaksinasi.
”Pertama program vaksin digalakkan di Puskesmas Capalagian jusru kami yang
pertama kali divasinasi. Sebagai perwakilan pemerintah di desa harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” jelasnya.
Warga yang menolak divaksinasi gegara isu atau adanya berita hoax bahwa seseorang divaksinasi lumpuh bahkan macam-macam dalam benaknya sehingga
merasa takut divaksin.
”Maknya kami memberi contoh dan alhamdhulilah usai divaksin tidak terjadi apa-apa, bahkan kamisehat walafiat tak kurang sesuatu apapun,” jelasnya.
Karena untuk menyukseskan progam apalagi program pemerintah, idealnya aparat didesalah seharusnya yang pertama menjadi garda terdepan untuk divaksinasi.
Program vaksinasi didesa merasa aman agar mau ikut divaksin sekaligus bisa menepis keragu-raguan warga. ”Maknya kita harus haqqul yakin demi kebaikan dan kesehatan bersama sekaligus menjadi panutan bagi warga,”
ucapnya. (*)

