USAHA mempromosikan pariwisata dilakukan secara massif. Kaum millenial juga diajak serta. Salah satunya melalui ajang pemilihan Mister dan Miss Grand Tourism Sulsel.
SEORANG pria tampan dan cewek cantik masing-masing mengenakan selempang. Yang laki-laki memakai selempang bertuliskan Mister Grand Tourism Sulsel. Namanya Anci Chairul Nadhif Farhan, atau akrab disapa Farhan. Usianya 21 tahun. Penyandang gelar sarjana hukum dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Yang perempuan berselempang dengan tulisan Miss Grand Tourism Sulsel. Nama lengkapnya Violina Putricia Marwan. Karib disapa Violin. Usianya masih sangat belia. 15 tahun. Saat ini duduk di bangku SMA Katolik Rajawali, Makassar.
Keduanya baru saja terpilih di ajang tingkat regional itu. Selanjutnya mereka akan mewakili Sulawesi Selatan di ajang pemilihan serupa pada tingkat nasional. Pelaksanaannya di Kota Semarang, 9-13 Februari mendatang.
Hadir dalam podcast untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Farhan dan Violin menjelaskan proses yang dilalui hingga bisa sampai pada pencapaiannya saat ini. Ajang yang digelar IMP Sulsel ini diikuti 40 orang finalis, atau 20 pasang. Mereka melalui berbagai tahapan pemilihan. Mulai dari wawancara, menunjukkan bakat yang dimiliki, serta tes lainnya.
”Pertamanya sih masih kurang yakin. Biasanya kan yang ikut ajang seperti ini usianya minimal 17 tahun. Tapi berkat support dari keluarga, teman dan orang terdekat, saya jadi percaya diri. Akhirnya bisa dapat gelar miss ini,” tutur Violin.
Farhan menjelaskan, penetapan dirinya untuk berpasangan dengan Violin berdasarkan penilaian penyelenggaran yang menilai mereka cocok. Hal itu ditentukan sesuai karakter.
”Setelah meraih predikat mister dan miss, kami mendapat banyak support dari teman-teman dan pemerintah daerah yang ada di Sulsel. Terakhir kami bertemu dengan wakil bupati Maros. Beliau memberi respons yang baik,” ujar Farhan.
Setelah meraih juara di tingkat regional, Farhan dan Violin akan bertarung dan berhadapan dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Keduanya memiliki advokasi masing-masing. Violin ingin memberi kontribusi yang berarti bagi generasi muda. Demikian pula Farhan, yang akan membuat aksi nyata ketika menjabat selama setahun.
”Saya ingin membawa dampak positif bagi diri sendiri dan juga orang lain. Termasuk mempromosikan dan memajukan pariwisata di Sulsel,” imbuh Farhan.
Ketika mengikuti pemilihan, Farhan yang ketika duduk di bangku SMA adalah seorang atlet silat, menampilkan bakatnya itu. Ia membuatnya dalam bentuk koreo fighter. Sementara Violin menampilkan bakat aktingnya.
Untuk ajang nasional, Violin bahkan telah mempersiapkan apa yang akan ditampilkannya. ”Saya akan menari Toraja. Kostumnya sudah disiapkan,” terangnya. (*/rus)

