MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar di Makassar, untuk melihat apakah minyak goreng masih langka dan harganya tinggi.
Kujungan peninjauan ini dipimpin Ketua Komisi B DPRD Makassar Bidang Keuangan dan Perekonomian, William. Ia bersama sejumlah anggota Komisi B DPRD Makassar didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta.
“Karena kegelisahan warga yang belakang ini akibat harga dan stok minyak goreng di pasaran mulai langka, maka kami memutuskan untuk turun ke lapangan mengecek itu di pasar dan pergudangan untuk tahu persis seperti apa masalahnya,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Makassa ini, Rabu (2/2).
Rombongan DPRD Makassar ini mengecek ketersediaan stok minyak goreng di Pasar Daya Makassar. Pihaknya menemukan bahwa ketersediaan hingga kini masih mencukupi kebutuhan.
“Jadi tadi kami di lapangan melihat masih ada, hanya saja stok yang tersedia dan beredar di pasaran itu masih merupakan stok lama sebelum pemerintah menetapkan harga minyak goreng per 02 peberuari, kemarin,” ujarnya.
Namun dewan bakal menindaklanjuti hal tersebut beberapa pekan kedepan, dengan memastikan tidak adanya kelangkaan atau harga naik dari ketentuan pemerintah. “Ini mungkin yang akan kami awasi terus dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar tidak ada kegelisahan dan masalah di bawah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta, juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memastikan stok minyak goreng masih bisa memenuhi kebutuhan dipasaran dan kelangkaan akan segera diatasi.
“Kami melakukan peninjauan bersama dewan untuk mengecek harga dan ketersediaan. Memang kami sudah sampaikan bahwa rata-rata pedangang masih menjual stok lama. Sehingga banyak dan masih harga lama diberlakukan oleh sejumlah pedagang,” tuturnya.
Kesempatan ini, rombongan DPRD Makassar dan Disperindag Makassar juga melakukan kunjungan ke salah satu distributor minyak goreng kemasan premium yang ada di kota Makassar.
Terpisah, Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, lebih dulu melakukan pemantauan minyak goreng di beberapa distributor di Kota Makassar. Ada tiga yang distributor yang dikunjungi oleh kadis Perdagangan Sulsel, kadis Perdagangan Kota Makassar, Satgas Pangan Polda, KPPU dan satpol-PP.
Distributor yang dipantau, UD. Mitra Makassar, PT. Indomarco Prismatama (Indomaret), dan PT. Indomarco (khusus minyak goreng bimoli).
Satu dari ketiga distributor itu telah melakukan penyaluran minyak goreng ke ritel dengan harga sesuai peraturan Menteri Perdagangan nomor 3 Tahun 2022 tentang penetapan harga minyak goreng Rp14 ribu per liter.
Sementara dua lainnya, stok minyak goreng di gudangnya kosong.
“Permasalahannnya, dari pihak produsen ini yang masih banyak menahan barang ke distributor sehingga kacau pasokan penjualan minyak goreng dipasar. Namun kita terus memantau distributor lainnya,” ujar Kadis Perdagangan Sulsel, Ashari F. Radjamilo, Selasa (1/2).
Terlebih para distributor telah menyepakati melalui penandatanganan pakta integritas pada 28 Januari 2022. Diantaranya penyaluran stok barang ke ritel dan penetapan satu harga Rp 14 ribu per liter. (ita-jun)

