MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar.
Kepada wartawan, usai melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, manajemen Bank Sulselbar dan sejumlah kepala daerah selaku pemegang saham, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto mengutarakan niat tersebut.
Dia menegaskan, pihaknya akan mempelajari dulu kondisinya seperti apa. Setelah itu, rencana penambahan sama itu akan didiskusikan dengan DPRD Kota Makassar. Jika disetujui, akan dibuatkan Peraturan daerah (Perda).
Danny mengatakan, kemungkinan penambahan nilai saham ke bank pelat merah itu akan dilakukan tahun depan karena tahun ini memang tidak ada alokasi anggaran melalui APBD untuk itu.
“Kalau disetujui, kita akan tambah saham kita tahun depan,” jelasnya.
Kendati tak menyebut nilai, Danny mengaku, sejauh ini, deviden yang diberikan Bank Sulselbar ke Pemkot Makassar atas kepemilikan saham cukup baik.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Dakhlan mengatakan, total saham Pemkot di Bank Sulselbar sebanyak Rp67 miliar.
Penambahan nilai saham kemungkinan dilakukan pada tahun 2023 mendatang.Mengingat penganggaran tahun 2022 sudah berjalan, sehingga harus menunggu pembahasan anggaran tahun selanjutnya.
“Kemungkinan ada penambahan karena dari 2019 terakhir (penambahan),” jelasnya. (rhm)

