pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dewan Sebut Festival Merebus Pemborosan Anggaran

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menkritisi perihal kegiatan festival merebus yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang bakal digelar pada Minggu, 27 Maret mendatang.

Menurut anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Yeni Rahman, ada beberapa hal urgent yang perlu dilakukan Pemkot Makassar dalam menyikapi kelangkaan minyak goreng di Makassar. Alternatif melakukan festival merebus menyikapi kelangkaan tersebut bukanlah sebuah solusi.
“Masyarakat kita bukan orang yang tidak tau apa-apa, kalau langkah minyak begini sudah seharusnya dicarikan solusi. Masa merebus makanan saja harus difestivalkan, ini sudah jaman kapan sering lakukan, kenapa tidak anggaran itu dipakai untuk stok pasokan atau bantuan ke masyarakat,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/3).
Lanjut Legislator Fraksi PKS DPRD Makassar ini bahwa, merebus makanan merupakan hal biasa bagi masyarakat. Ketika kegaitan merebus difestivalkan, menurutnya hal yang membuang-buang anggaran saja, dimana kondisi masyarakat sedang menjerit perekonomian ditengah pandemi.

“Ketimbang menghelat festival, lebih baik anggaran kegiatan tersebut dialihkan untuk membantu perekonomian masyarakat atau fokus memastikan pasokan minyak goreng di pasaran. Apalagi ini tinggal beberapa hari lagi kita menyambut ramadan, kenapa anggaran itu dialihkan lebih banyak menggelar pasar murah, itu lebih membantu,” jelasnya.
Begitupun yang dikatakan legislator Fraksi PPP DPRD Makassar, Azwar. Ia mengatakan, fokus pemerintah seharusnya memulihkan perekonomian masyarakat ketimbang melakukan kegiatan yang notabennya pemborosan anggaran. Terlebih lagi, masa pemulihan pandemi di Kota Makassar belumlah usai.
“Coba kita pikirkan yang banyak mengandung kebaikan untuk masyarakat. Kita ini masih pandemi, kalau ada lagi festival pasti banyak lagi kerumunan. Kalau anggaran ini dibukan gerai pasar minyak atau bahan pokok, itu jauh lebih memberi efek dibanding menggelar festival yang masyarakat sudah tahu,” bebernya.
Terlebih lagi, kelangkaan minyak goreng juga berkaitan dengan ekonomi pelaku UMKM. “Kalau minyak goreng langkah kan juga berpengaruh terhadap ekonomi pelaku UMKM. Jadi poinnya, bukan hanya bicara soal cara mengolah makanan lewat direbus,” tuturnya. (ita)




×


Dewan Sebut Festival Merebus Pemborosan Anggaran

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link