MAKASSAR, BKM–Mitra industri memiliki peran penting untuk mendukung SMK SMTI Makassar dalam melahirkan lulusan yang kompeten dan siap direkrut kembali oleh mitra industri.
Memperhatikan petumbuhan dunia industri semakin pesat, SMK SMTI Makassar terus melebarkan sayap menggandeng mitra industri yang berada di Sulawesi maupun di luar Sulawesi agar turut berpartisipasi dalam program pendidikan vokasi khususnya satker pendidikan di bawah Kementerian Perindustrian.
Kepala SMK SMTI Makassar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementrian Perindustrian, Basri Nur, Spd.Mpd, mengatakan, saat ini SMK SMTI Makassar menyelenggarakan penandatanganan MOU kerjasama dengan salah satu mitra industri yaitu PT Kappa Carrageenan Nusantara di Pasuruan, Jawa Timur.
Penandatanganan MOU ini dilaksanakan pada Kamis (24/03) di industri tersebut dan dihadiri oleh Kepala SMK SMTI Makassar beserta beberapa tim manajemen bersama direktur utama dan jajarannya.
PT Kappa Carrageenan Nusantara adalah pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan rumput laut seperti, agar dan karaginan. Hingga saat ini telah memproduksi empat jenis produk, antara lain Refined Carragenan (RC), Alkali Treatment Carragenan (ATC), Alkali Treatment Gracirallia (ATG) serta Agar-agar.
Adapun kapasitas produksi, jelas Basri Nur, mencapai 100 ton per bulan untuk jenis olahan rumput laut jenis Gracillania sp.yang menghasilkan produk agar-agar, dan 50 ton per bulan untuk jenis E. Cottonii yang menghasilkan kappa karaginan.
Basri Nur menambahkan, 0enandatanganan MOU kerjasama ini merupakan kesempatan emas untuk kami agar dapat membangun dan meningkatkan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri dalam mendukung berbagai program pendidikan vokasi.
Adapun jenis kerjasama yang terdapat dalam penandatanganan MOU ini diantaranya kerjasama guru tamu (silver expert), penyusunan kurikulum, kunjungan industri, pendidikan dual system, dan rekrutmen.
“Dengan adanya kesepakatan kerjasama yang dituangkan dalam penandatanganan MOU ini dapat menjalin kemitraan yang kuat antara mitra industri, baik untuk penempatan prakerin maupun rekrutmen lulusan,”tegas Basri Nur.(rls)

