pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Program Metaverse Bisa Deteksi 38.000 Titik, Termasuk Macet

Iman Hud, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar

PROGRAM metaverse menjadi perhatian seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkup Pemerintah Kota Makassar. Tak terkecuali oleh Dinas Perhubungan (Dishub).

DALAM siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Kepala Dishub Kota Makassar Iman Hud memeparkan program yang mendukung Makassar Metaverse yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar ini menegaskan, saat ini sangat diperlukan terobosan dan inovasi untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman yang terus berkembang.
”Dishub, ibarat kata setiap hari kami 24 jam diberi amanah oleh pemerintah sebagai abdi masyarakat. Terutama yang terkait masalah lalu lintas yang aman dan bisa berjalan dengan baik. Safety reading, aman sampai tujuan itulah tugas kami di Dinas Perhubungan,” terang Iman Hud
.
Ia tidak memungkiri bahwa inovasi melalui program metaverse perlu dukungan serta kepercayaan dari rakyat.
“Apapun perlu kita perlu buat untuk berkesan bagi rakyat. Seperti halnya Berita Kota Makassar adalah mata dan telinga masyaraka,” imbuhnya.
Oleh Dishub, program metaverse pemkot dituangkan melalui empat program. Masing-masing virtual reality office, digital map transportation, informasi transpotasi dan marka jalan, serta smart PJU. ”Yang terpenting adalah bagaimana konsep ini diterapkan, dan yang jadi sasarannya bisa memahami. Karena ini suatu lompatan yang luar biasa. Ini pertama di Indonesia. Harapan Pak Wali Kota, terkhusus persoalan lalu lintas tanpa harus dibatasi lelah letih melalui smart technologi. Jangan ketinggalan,” terangnya.

Ia menyebut, melalui program metaverse Dishub, terdapat 38.000 titik bisa terdeteksi. Termasuk titik kemacetan yang dipantau. Ada report kemacetan jalan bisa digunakan dengan metaverse. Termasuk menghindari titik kemacetan.
Selain itu, ada pula proyek moda transportasi terbaru yang dinamai Co’mo dan kini memasuki tahapan desain. Dalam program ini terdapat kendaraan dengan ekosistem friendly. Nantinya penumpang akan menggunakan kacamata khusus tanpa mengunjungi lokasi dia hendak didatangi. Mereka bisa menyaksikan secara virtual dengan tiga dimensi.
”Dengan konsep virtual kita bisa mewujudkan konsep yang ada dalam impian kita. Bisa kita wujudkan dengan VR (virtual reality). Untuk ini memang dibutuhkan pemikiran yang smart. Harus lebih terbuka. Sekarang masyarakat harus siap dan jangan tertinggal dengan tekhnologi,” jelas Iman Hud.

Melalui program metaverse, disebutkan oleh Iman Hud, ada sesuatu yang baru. Hal ini harus dikaji dengan baik agar dapat diterima oleh masyarakat. Apalagi tujuannya untuk mempermudah pelayanan melalui kecanggihan teknologi. (jun)




×


Program Metaverse Bisa Deteksi 38.000 Titik, Termasuk Macet

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link