MAKASSAR, BKM — Sebagai lembaga publik, sekolah mesti berorientasi pada pelayanan dan kepentingan terbaik anak atau siswa. Dengan begitu, dinamika dan persoalan sekolah direspons secara proaktif, proporsional, prosedural, produktif dan solutif.
Memang, sudah seharusnya, tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan setiap persoalan. Apalagi bila sudah ditangani secara tatap muka dengan penjelasan yang memadai dan dapat dipahami.
Inilah yang jadi alasan SD Inpres Panaikang II/1 menerapkan program Paladang.
Paladang merupakan akronim dari Pengelolaan Layanan Administrasi dan Konsultasi Terintegrasi. Dalam bahasa Makassar, Paladang berarti teras, yakni bidang atau lantai yang agak tinggi di depan rumah/bangunan.
Pelayanan yang mudah, ramah dan bersahabat itu ditunjukkan Kepala UPT SPF SD Inpres Panaikang II/1 Bakhtiar, S.Pd, M.Pd. Guru-guru juga menerapkan konsep pelayanan yang sama di SD yang berada di wilayah Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar itu.
Hal itu terlihat selama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online, Juni-Juli 2022. Tak hanya menerima dan memberikan pelayanan kepada orang tua yang mendaftarkan anaknya. Juga melayani orang tua yang akan memindahkan anaknya bersekolah dari daerah ke sekolah itu, serta pelayanan bagi alumni yang meminta surat keterangan untuk mendaftar sebagai anggota TNI.
Jauh sebelum diberi nama Paladang sebagai sebuah konsep layanan publik, SD Inpres Panaikang II/1 sudah menerapkan pelayanan terbuka bagi siswa, orang tua, rekanan/mitra maupun saat ada kunjungan dari instansi.
Teras dengan kanopi seukuran 4×6 meter merupakan ruang terbuka yang langsung bisa memandang ke halaman luas dan hijau, dengan ikon dua pohon jambu air berdiri di depannya.
Ruang itu jadi tempat aktivitas bersama para guru bekerja, membuat laporan, rapat, maupun sekadar berkumpul saat istirahat. Jadi tempat untuk menerima tamu bagi para rekanan/mitra dan instansi/dinas. Jadi tempat layanan administrasi dan konsultasi bagi orang tua siswa dan siswa. Juga tempat kegiatan yang berorientasi pada pelayanan publik, seperti vaksinasi Covid-19
.
Saat mendiskusikan konsep Paladang dengan pegiat literasi Rusdin Tompo, terungkap bahwa ada banyak manfaat diperoleh dengan memusatkan aktivitas di tempat itu. Yakni, terbangunnya komunikasi dan interaksi yang cair dan hangat, serta kian eratnya keakraban antara kepala sekolah dengan guru, juga antara para guru.
Tujuan Paladang, jadi pusat informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholder). Menyelengarakan layanan yang cepat, ramah dan terselesaikan kepada orang tua siswa, siswa dan rekanan/mitra. Meningkatkan kinerja layanan administrasi dan konsultasi bagi yang membutuhkan. Membangun komunikasi dan interaksi yang akrab antara kepala sekolah dengan guru, dan di antara guru itu sendiri. Juga untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas layanan sekolah
.
“Paladang ini jadi semacam ruang keluarga bagi kami di SD Inpres Panaikang II/1,” terang Bakhtiar.
Dimaklumi jika ruang yang dinaungi dua pohon jambu air itu dijadikan sebagai tempat bekerja para guru, maupun pusat informasi, ruang layanan administrasi, serta tempat konsultasi. Mulai dari penyusunan program, pembuatan laporan, rapat informal, menerima orang tua siswa dan rekanan/mitra, hingga kegiatan vaksinasi Covid-19.
Dengan bekerja di sini, berarti tidak butuh pendingin udara (air conditioner). Pandangan mereka yang bekerja juga luas, dan langsung bisa melihat tamu yang datang. Begitu orang datang, bisa melihat guru yang tengah duduk, lalu menyampaikan apa yang jadi keperluannya. Begitupun sebaliknya, guru yang tengah duduk langsung bisa berinteraksi dengan orang yang datang untuk memberikan informasi atau layanan administrasi dan konsultasi.
Semua dilayani di Paladang. Hanya persoalan yang penting dan butuh privasi tertentu saja yang diajak ke ruang kepala sekolah. Sehingga, Paladang punya multifungsi dan banyak manfaat, bagi sekolah, guru, orang tua, siswa, dan masyarakat. (*/rus)

