pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berharap SDM, Domisili Kepsek Hingga Kompetensi Spritual

Momentum Hari Guru ke 77 di Kota Makassar

HARI ini momentum berbahagia untuk para guru se Kota Makassar. Tepat hari ini guru memperingati Hari Guru ke 77 tahun. Di usia yang tidak muda lagi, tantangan guru semakin besar ke depan. melalui tema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar” dunia pendidikan di tangan guru bisa lebih baik lagi.
Disiniar youtube Konvergensi News Berita Kota Makassar di Hari Guru ini BKM berbincang-bincang dengan dua tamu penting yakni Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Makassar Drs Suarman MPd serta Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia Dr Dg Maklassa MPd.
Dengan yel-yelnya penuh semangat, Hidup Guru, Hidup PGRI Solidaritas Yes, Suarman mengatakan, hari ini 25 November guru memperingati HUT PGRI ke 77. Melihat sejarah PGRI berdiri 100 hari setelah kemerdekan Indonesia, bahkan PGRI berjuang terus untuk NKRI.
Di masa perjuangan hingga saat ini PGRI banyak perubahan dalam peningkatan mutu. Di masa modern ini visi dan misi PGRI sudah berbeda apalagi sudah ada program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yakni merdeka belajar. Belum lagi dukungan dari Pemerintah Kota Makassar sangat besar untuk kegiatan PGRI dan guru.
“Alhamdulillah hubungan baik PGRI dan pemkot sangat bagus. Ini terbukti dari aktivitas PGRI yang terus mendapat perhatian Bapak Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Apalagi wali kota lahir dari orang tua guru sehingga banyak inovasi wali kota yang lebih mengarah ke peningkatan guru,”jelas Suarman.
Soal visi dan misi, jelasnya, PGRI setiap tahun meyusun rencana kerja tahunan dan mengevaluasi setiap tahun. Termasuk menyapa guru dengan program peningkatan kualitas guru.

“Alhamdulillah kesejahteraan guru semakin meningkat. Memang ada ribut sedikit soal rencana pusat menghapus tunjangan profesi guru, tetapi atas komunikasi PGRI Pusat ke presiden akhirnya niat itu tidak terlaksana hingga wajah guru kembali ceria. Dulu kesejahteraan guru rendah sekarang UU Guru dan Dosen telah mengangkat harkat dan martabak guru di Indonesia,”jelas Suarman.
Ditanya soal masih adanya guru honor yang tidak terjaring di Laskar Pelangi, Suarman mengaku kalau jumlahnya 160 orang. Tapi pemkot telah mencari solusi agar mereka tetap diperhatikan. Jika ada Laskar Pelangi yang yang malas bekerja bisa jadi catatan untuk diganti ke guru yang tidak terjaring di Laskar Pelangi.
Terkait jumlah guru ASN dan non ASN, Suarman mengatakan, PGRI dan Dinas Pendidikan sementara mendata kembali jumlah guru di kota Makassar agar datanya valid lagi. Dari 15 kecamatan baru tiga kecamatan yang menyetorkan datanya yakni Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea dan Manggala. Kalau dilihat data guru yang menerima sertifikasi sebanyak 5.000.”Program utama kami bagaimana data ini lebih akurat, supaya data sama antara PGRI dan Dinas Pendidikan. Kami minta teman-teman di 15 cabang PGRI Kota Makassar bisa mencari data guru di wilayahnya,”ujar Suarman.
Sekaitan dengan kurikulum merdeka belajar, Sekretaris PGRI Kota Makassar Dr Dg Maklassa MPd mengatakan, kalau ia salah satu fasilitator di Sulsel untuk kurikulum merdeka belajar. Ia bertugas di Selayar, sementara di Susel banyak sekolah bergerak.
Hanya saja, kata Dg Maklassa, yang berkembang di masyarakat menteri diganti maka otomatis kurikulumnya juga di ganti. Padahal benar meski menterinya berganti tetapi kurikulumnya tetap digunakan sesuai pada masanya.

“Guru dilatih dua bulan terkait kurikulum merdeka belajar. Kalau dulu guru buat persiapan sesuai struktur kurikulum meski anak didiknya tidak mengetahui kurikulum tersebut. Tapi sekarang berbeda kurikulum lebih banyak ke anak didik sesuai kebutuhan anak. Bagaimana anak dibawa ke alam nyata dan tidak lagi ke alam hayal. Kota Makassar luar biasa impelemntasi kurikulum merdeka secara mandiri mulai dari TK,SD dan SMA. Bahkan ada terdapat 10 fasilitatornya,”ujar Maklassa.
Dalam siniar juga mengemuka soal Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah menyelesaikan asessment calon kepala sekolah. Saat ini tinggal menunggu keputusan dari wali kota siapa yang dilantik sebagai kepala sekolah.Menyikapi hal itu, Dg Maklassa meminta ada pertimbangan khusus dalam asesmen calon kepsek seperti yang sudah lama mengabdi.
“Kita harap yang sudah lama mengabdi bisa lebih dipertimbangkan karena mereka sudah tahu cara-cara kerja kepsek dan moralitasnya juga tidak diragukan lagi. Termasuk yang sudah masuk masa pensiun biar mereka selesai pensiunnya di kepsek tidak usah dicopot atau diganti. Mereka sedih kalau tinggal satu bulan lagi pensiun langsung diganti,”jelas Maklassa.

Ia juga meminta agar Pemkot Makassar mempertimbangkan moralitas dan sumber daya manusia calon kepsek. Yang muda begitu masuk dengan gaya masih muda harus bersosialisasi, belajar dengan alam dan situasi setempat.
Sementara Suarman juga berharap agar asessmen calon kepsek mempertimbangkan domisili. Jangan rumahnya di Barombong lokasi sekolahnya di Biringkanaya.”Diharapkan pak wali menempatkan kepsek dekat rumahnya. Semoga ini jadi kado HUT PGRI,”harap Surman.
Terkait harapan keduanya, ia meminta kinerja guru lebih ditingkatkan lagi, pemerintah harus banyak memberikan pelatihan.
“Insyaallah SDM guru bisa lebih baik lagi, beri perhatian terhadap guru. Kompetensi spritual guru juga penting dan diharapkan guru datang bekerja dengan ikhlas tidak hanya ada sertifikasi. bekerja ikhlas dari hati ke hati. UU guru dan dosen harus ditambah kompetensi itu,”kata keduanya.
Adapun momentum hari guru, kata Suarman dilaksanakan upacara serentak di lima titik yakni di Dapil 1 Tamalate, Mamajang, Rappocini dan Mariso. Dapil 2 di Kecamatan Makassar dan Ujung Pandang dilaksanakan di SD Sudirman. Dapil 3 di Kecamatan Tallo, Wajo dan Ujung Tanah di SMP 37. Dapil 4 di Manggala dan Panakkukang serta di Dapil 5 di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea. (war)




×


Berharap SDM, Domisili Kepsek Hingga Kompetensi Spritual

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link