BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (11/9). Rapat dipimpin Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin sekaligius dilaksanakan secara daring untuk mengikuti Rakor secara nasional inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian.
Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menyebut, secara umum inflasi secara nasional cukup terkendali. Pada Bulan Agustus 2023, tercatat inflasi 3,27 persen.
“Inflasi bisa kita imbangi dengan gerakan pangan, memperkuat cadangan stok beras pemerintah. Kita bisa lakukan intervensi, agar kenaikan harga beras tidak membebani masyarakat,” kata Tito Karnavian.
Tito meminta agar kepala daerah bersama Tim Penggerak PKK melakukan kampanye Setop Boros Pangan, secara massif. Apalagi, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang boros pangan.
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar mengatakan, pengendalian inflasi di Sulsel merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kinerja seluruh kepala daerah, jajaran Forkopimda, dan semua stakeholder lainnya.
Dia memaparkan, selama triwulan dua tahun 2023, perekonomian Sulsel mampu menciptakan nilai tambah sebesar Rp165,05 triliun. Tercatat inflasi Sulsel pada Bulan Agustus 2023 sebesar 3,53 persen, sementara inflasi nasional 3,27 persen.
“Deflasi tertinggi di Kota Palopo -0,23 persen, dan deflasi terendah di Kabupaten Bulukumba -0,04 persen,” ungkap Bahtiar.
Bahtiar mengimbau para kepala daerah agar turun langsung ke pasar mengecek perkembangan harga-harga kebutuhan pokok, dan serius melakukan penanganan inflasi. Juga meminta agar mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan mereka menanam komoditi pemicu inflasi, seperti cabe rawit.
Pada pertemuan tersebut, Bahtiar mengungkapkan ada lima hal yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk penanganan inflasi. Antara lain, memperbanyak kegiatan pasar murah, mengoptimalkan belanja APBD, mitigasi stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah masing-masing, mulai melakukan gerakan pangan murah, dan penguatan cadangan pangan pemerintah daerah.
Sementara Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan bahwa apa yang menjadi program prioritas dari Pj Gubernur merupakan agenda dari Pemkab Bulukumba. Untuk memperkuat ketahanan pangan, Andi Utta mengaku sejak awal pemerintahannya sudah mendorong ketahanan pangan. Menurutnya memperkuat ketahanan pangan itu menjadi salah satu solusi pengendalian inflasi.
“Mulai dari program pembagian bibit unggul sampai pada pemanfaatan pekarangan dan lahan kosong untuk tanaman produktif,” ungkapnya.
Dia optimis dengan memperkuat ketahanan pangan, maka daerahnya akan bertahan pada situasi krisis, oleh karena masyarakat Bulukumba secara mandiri menyiapkan bahan pangannya. (rls)

