BULUKUMBA, BKM — Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2023 dipusatkan di Kabupaten Bulukumba oleh Komunitas Jejaring Disabilitas se Sulsel. Perayaan HDI menjadi momentum Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersilaturrahmi dengan para penyandang disabilitas sekaligus menjamu makan siang di Pendopo Rujab Bupati Bulukumba, Senin (4/12).
Andi Utta sangat senang bahkan dan respek ditunjuknya Kabupaten Bulukumba sebagai tuan rumah peringatan HDI 2023. ”Peringatan hari disabilitas Ini merupakan momen yang bagus, untuk mereka (difabel) berinteraksi dengan masyarakat,”ujar Andi Utta.
Usai menjamu makan siang peserta HDI, Andi Utta mengatakan momentum seperti ini harus senantiasa dilakukan sehingga saudara kita disabilitas juga merasa terhibur, termotivasi dan tidak merasa tersisihkan dari masyarakat.
“Saya salut dan sangat senang Bulukumba menjadi tuan rumah,” ucap Andi Utta.
Dia juga mengatakan dengan dijadikan Bulukumba tuan rumah, maka peserta dari luar Bulukumba juga bisa melihat langsung keindahan alam Bulukumba. Sebelum menghadiri undangan makan siang, terlebih dulu peserta HDI menggelar sejumlah kegiatan di Hotel Agri Bulukumba, seperti performa menari, menyanyi dan anggaru serta diskusi bersama aktivis disabilitas dan pemerintah.
HDI tahun ini mengangkat tema ” Bersama Mewujudkan Bulukumba Inklusi Dari, Untuk dan Bagi Seluruh Penyandang Disabilitas”. Harapannya, melalui perayaan Hari Disabilitas Internasional ini, keberadaan penyandang disabilitas semakin diakui dan terbuka kesempatan serta akses bagi penyandang disabilitas untuk pekerjaan, wirausaha, layanan kesehatan, pendidikan inklusi dan bidang lainnya.
Dukungan penuh pemerintah daerah, organisasi profesi, CSO, media dan masyarakat umum sangat dibutuhkan dalam membangun kabupaten/kota yang inklusi.
Beberapa narasumber turut hadir untuk berbagi informasi layanan dan praktik baik antara lain dari Sentra Wirajaya, Perdosri, Kepala Desa Bonto Mangiring yang juga telah menginisiasi Desa Inklusi serta dari teman-teman organisasi penyandang disabilitas yang juga berbagai banyak hal terkait isu-isu disabilitas di daerah masing-masing.
Filemon dari organisasi Gerkatin juga menyampaikan edukasi berinteraksi dengan teman tuli. Salah satu peserta dari Jaringan Disabilitas Indonesia Kabupaten Bantaeng, Bapak Awi memberikan saran terkait akses pada pekerjaan yang masih belum banyak memperkerjakan penyandang disabilitas. (rls)

