MAKASSAR, BKM–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar mengusulkan penambahan dua mobil listrik untuk anak sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar, Jusman Hattu
mengatakan ada delapan rute yang akan dilayani Dishub Kota Makassar untuk antar jemput anak sekolah.
Namun armada yang ada belum mencukupi. Apalagi ada dua unit bus yang sudah tua dan tidak layak untuk beroperasi sehingga harus ditarik.
“Saat ini tercatat ada delapan bus yang dimiliki Dishub. Namun dua unit sudah tidak layak beroperasi. Sementara ada delapan rute yang harus dilayani. Artinya, kita masih butuh dua unit bus untuk melayani seluruh rute yang ada,” ungkap Jusman.
Jusman menyebutkan, anggaran untuk pengadaan bus listrik sekolah per unit membutuhkan sebesar Rp3,3 miliar. Sehingga total dana yang dibutuhkan sekitar Rp6,6 miliar.
Lebih jauh dikemukakan, usulan tersebut diajukan ke pihak Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk diusulkan masuk di APBD Perubahan 2024.
Kalaupun memang tidak bisa diakomodir tahun ini, diharapkan tahun depan bisa direalisasikan.
“Untuk penambahan, kita usulkan di Bappeda, entah di Bappeda nanti menganalisa skenario untuk menjadi prioritas, kita usulkan saja semoga tahun ini ada dua lagi,” harapnya.

Untuk mengcover dua Bus yang sudah tua, maka bus yang saat ini beroperasi menggunakan dua lintasan yakni Panakkukang- Karebosi dan Antang- Karebosi.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melaunching tiga unit bus sekolah listrik akhir tahun 2023 lalu.
Danny Pomanto mengatakan bus sekolah listrik ini adalah bentuk komitmen Pemkot Makassar untuk menjadi kota low carbon sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat.
“Kedua kita wujudkan program Jagai Anakta’, di mana anak-anak betul-betul terjaga terutama anak-anak sekolah kita,” kata Danny Pomanto.
Wujud dari program Jagai Anakta, lanjutnya di mana bus listrik ini dilengkapi dengan kamera CCTV untuk memantau aktivitas anak sekolah.
Danny Pomanto pun menargetkan 15 unit bus sekolah untuk disebar di setiap kecamatan.
“Target kita 15 unit, supaya setiap kecamatan satu unit,” ucap Danny Pomanto. (rhm)

