MAKASSAR, BKM –Kebijakan untuk merefocusing anggaran atau menggeser anggaran-anggaran yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel berdampak pada terkendalanya pelaksanaan sejumlah proyek di daerah.Seperti dua paket dan satu jalan di Kabupaten Wajo dan Sinjai.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Salehuddin mengaku Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulsel dalam keadaan seimbang usai refocusing atau pemotongan anggaran.
Ia mengaku, refocusing ini untuk membayar utang Pemprov Sulsel dan juga Dana Bagi Hasil (DBH). Hingga kini, Bobi sapaan akrab Salehuddin belum mengetahui secara pasti berapa anggaran totalnya yang akan di refocusing.
“Saya belum dilaporkan (nilainya). Yang jelas APBD dalam posisi seimbang, refocusing untuk perubahan,” kata Bobi, Selasa (20/8).
Bobi mengaku, refocusing ini telah disetujui oleh DPRD. “Ini sudah dibicarakan sama DPRD. Refocusing ini untuk bayar DBH, juga dengan pembayaran utang di pihak ketiga,” lanjutnya.
Untuk informasi, refocusing ini merupakan refocusing kedua di 2024 ini. Pemprov Sulsel juga melakukan refocusing anggaran beberapa waktu lalu.
Sebanyak Rp300 miliar yang dipakai untuk bayar utang di tahun anggaran 2022 dan 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Astina Abbas membenarkan jika terdapat 3 paket proyek di Sinjai dan Wajo batak dikerjakan.
Dua paket dan satu jembatan batal pengerjaannya akibat refocusing atau pemotongan anggaran di Pemprov Sulsel. Refocusing ini akan digunakan untuk membayar utang dan Dana Bagi Hasil (DBH).
“Ada tiga paket (yang tak dikerja akibat refocusing,red), Solo-Peneki-Kulampu (Wajo), Palampang-Munte-Bontolempangan (Sinjai) dan ada satu jembatan,” katanya, Selasa (20/8).
Adapun nilai anggaran yang tiga paket itu sekitar Rp14,5 miliar. Astina mengatakan, utang yang ada di BMBK sudah selesai untuk tahun 2022-2023, yang lainnya kata dia, masih secara bertahap akan dibayarkan.
“Untuk utang 2022-2023 itu sudah teralokasi di parsial 2, totalnya itu kurang lebih Rp280 milliar. Dibayar bertahap,” tutup Astina.(jun)

