MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan menjamin jika kemarau panjang saat ini di kota Makassar tidak mempengaruhi harga kebutuhan pokok di pasar.Walaupun ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan, tidak mempengaruhi stabilisasi harga karena kenaikannya juga tidak signifikan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta mengatakan, harga berbagai komoditi pokok yang cenderung stabil membuat inflasi di Kota Makassar juga cenderung stabil.
Arlin mengatakan berdasarkan hasil rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) per bulan September, angka inflasi berada di ambang normal yakni 1,45 persen.
“Inflasi yang tetap stabil itu tentu dipengaruhi oleh harga kebutuhan pokok yang juga cukup stabil,” ungkap Arlin saat dihubungi BKM, Rabu (2/10).
Dia melanjutkan, dari semua jenis komoditi pokok yang ada di Pasar, hanya dua yang mengalami kenaikan harga secara fluktuatif. Yakni cabai rawit dan telur.
“Tapi harganya kalau naik juga tidak terlalu signifikan naiknya,” jelas Arlin.
Khusus untuk telur, lamjut kenaikan harga yang terjadi saat ini dipicu oleh peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Kalau Maulid kan otomatis permintaan bertambah. Namun kenaikan harga telur tidak terlalu signifikan karena stoknya banyak,” ungkap Arlin.
Dia melanjutkan, untuk menjaga stabilitas harga dan angka inflasi yang normal, pihaknya melakukan intervensi berupa gerakan pasar murah di seluruh kecamatan. Hal itu dilakukan setiap tiga bulan selali.

“Itu salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga laju inflasi dan menjaga harga komoditi pangan tetap normal dan terjangkau serta mudah didapat,” tambahnya.
Sementara itu, Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis menerangkan kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak terlalu berdampak terhadap harga kebutuhan pokok di Makassar.
“Karena rata-rata, berbagai macam kebutuhan pokok itu kita suplay dari luar Makassar. Alhamdulillah harga pangan di Makassar masih terkendali,” ungkap Andi Arwin.
Kendati hampir semua jenis kebutuhan pokok masih dalam taraf harga yang stabil, kata Andi Arwin, Pemerintah Kota Makassar melalui OPD terkait harus tetap melakukan langkah-langkah pengendalian.
Tujuannya agar daya beli masyarakat tetap terjangkau dan laju inflasi di Makassar tetap stabil.
Salah satu upaya yang harus dilakukan Pemkot Makassar adalah menggelar pasar murah.
Diapun berharap OPD yang punya kegiatan berkaitan dengan gerakan pangan murah dan pasar murah untuk turun melakukan intervensi.
“Pekan depan kan saya akan mulai akan turun meninjau setiap Kecamatan. Saya berharap momen itu juga dirangkaikan dengan program pasar murah,” kata Andi Arwin.
Dia berharap pasar murah yang akan digelar tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD. Namun juga menggandeng pelaku usaha, distributor, dan Bulog dalam menyiapkan barang untuk dijual dengan harga yang terjangkau. (rhm)

