pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Stunting di Makassar Naik Hingga 25,6 Persen

Butuh Kerja Keras untuk Turunkan Angka Stunting

MAKASSAR, BKM–Angka penderita stunting di Kota Makassar mengalami kenaikan dari 18,4 persen menjadi 25,6 persen. Kenaikan tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kota Makassar.Sesuai target nasional, angka stunting harus landai diangka 14 persen.

Menyikapi hal itu, Pemkot Makassar menggelar rapat koordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk memonitoring dan evaluasi untuk menguatkan kolaborasi intervensi stunting.Hal itu guna menekan laju peningkatan stunting di Makassar.

“Rakor ini tujuannya untuk membangun kolaborasi dengan semua pihak agar bisa menyikapi naiknya angka stunting untuk bisa diturunkan,” ucap Andi Arwin Azis,Selasa (16/10).
Intervensi ini membahas apa saja yang akan dilakukan oleh perangkat daerah terkait. Mulai dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), Dinas Kesehatan, hingga Dinas Sosial.
Dengan kolaborasi lintas sektor, target angka stunting turun diangka 14 persen diharapkan bisa terkejar.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), Syafruddin mengatakan, Makassar cukup dikagetkan dengan peningkatan angka stunting tersebut.
Ia mengklaim data tersebut berbeda dengan pengukuran melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).
Pengukuran EPPGBM by name by adress yang dilaksanakan Dinas kesehatan justru menurun.
“Yang menjadi persoalan di Indonesia tak hanya Makassar saja, karena ada dua metode pengukuran yang berbeda, antara EPPGBM dengan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Ada daerah yang naik, ada daerah yang tiba-tiba naik, seperti Makassar ini,” ujarnya.

Di Kota Makassar kata Syahruddin, pada pengukuran Juni lalu, didapatkan lebih 3.000 anak stunting dari kurang lebih 90 ribu anak yang diukur dan ditimbang.
Persentasenya kurang lebih diangka 3,29 persen atau 2.900 anak mengalami stunting.
“Sehingga kita berkesimpulan bahwa jangan dipersoalkan angka karena yang diuji di 2024 kita diharapkan 14 persen, yang dilaksanakan hari ini tindakan actionnya,” kata Syahruddin.
Pemkot Makassar kata mantan Camat Rappocini ini telah melakukan beragam. Intervensi,misalnya 1.073 anak stunting yang ada di Makassar diintervensi melalui pemberian makanan tambahan melalui dapur sehat atasi stunting (DASHAT).
Pemkot juga menerapkan program pemberian makanan tambahan (PMT) yang diberikan oleh mitra-mitranya seperti rumah zakat, klinik baznaz, dan mitra lainnya.
“Mudah-mudahan kondisi hari ini dengan intervensi yang banyak dilakukan dapat membuat kondisi stunting lebih baik lagi,” harapnya. (rhm)



×


Stunting di Makassar Naik Hingga 25,6 Persen

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link