PAREPARE, BKM — Pemkot Parepare mengikuti rapat koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membahas Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Parepare di Hotel Sheraton Grand Gandaria City, Jakarta, Senin (4/11). Hal penting dalam penetapan RDTR wilayah Kota Parepare adalah menunjang pengembangan pusat perekonomian, terutama hadirnya Ibu Kota Nusantara.
Pj Wali Kota Parepare, Abdul Hayat Gani bersama jajaran Pemerintah Kota Parepare memaparkan isu-isu strategis yang menjadi potensi wilayah kawasan perkotaan atas sebagai pusat kegiatan perekenomian.
Dia menjelaskan Parepare memiliki nilai investasi tinggi, yang merupakan hinterland pemasok logistik IKN. Kota Parepare juga merupakan simpul strategis bagi daerah sekitarnya, karena dilalui jaringan jalan trans Sulawesi. Selain itu akan terhubung dengan jaringan kereta api.
Hayat juga menambahkan penataan ruang di Kota Parepare bertujuan menjadikan kawasan perkotaan atas secara produktif, inklusif dan berkelanjutan berbasis pengembangan perkantoran, indusri dan perdagangan tanpa melupakan pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pola ruang budidaya dan kawasan hutan.
Diketahui, Kota Parepare memiliki hutan ditengah kota ada sejak zaman kolonial Belanda yang saat ini diakui pemerintah pusat menjadi kebun raya Jompie di kelurahan bukit indah kecamatan Soreang kota Parepare merupakan objek wisata yang mulai ramai dikunjungi warga sekitar. (mup/C)

