MAKASSAR, BKM– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Meteorologi Wilayah Makassar, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut yang disertai hujan lebat serta memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG.
“Harap mewaspadai potensi banjir rob/pesisir terutama pada daerah pesisir dengan topografi rendah serta drainase yang buruk dan sudah pernah mengalami banjir rob sebelumnya,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, Muhammad Fuad Islami.
Berikut Perairan Terdampak:
Gelombang Sedang (Gel. 1.25 – 2.5 m) terjadi di:
* Selat Makassar bagian selatan,
* Perairan Parepare,
* Perairan Spermonde Pangkep bagian barat,
* Perairan Spermonde Pangkep,
* Perairan Spermonde Makassar bagian barat,
* Perairan Spermonde Makassar,
* Perairan timur Kep. Selayar,
* Perairan barat kepulauan Selayar,
* Teluk Bone bagian utara,
* Teluk Bone bagian selatan,
* Perairan Sabalana,
* Laut Flores bagian utara,
* Laut Flores bagian barat,
* Perairan Pulau Bonerate – Kalaotoa bagian utara,
* Perairan Pulau Bonerate – Kalaotoa bagian Selatan, dan
* Laut Flores bagian timur.Berita Terkait:
Ia menambahkan, kalau pasang maksimum disebabkan oleh adanya fase Bulan Purnama pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2025 pukul 18.00-21.00 Wita yang didukung dengan adanya potensi hujan intensitas sedang lebat di sepanjang Pesisir Barat Sulawesi Selatan dan berpotensi menimbulkan bencana Banjir Pesisir (ROB).
Sementara itu, cuaca di daerah Sulsel sebagian akan terjadi hujan.
Untuk pagi hari, yang berpotensi hujan ringan – sedang di seluruh wilayah Sulawesi Selatan kecuali Berawan di wilayah Enrekang, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, dan Bulukumba.
Siang dan sore hari berpotensi hujan ringan-sedang di seluruh wilayah Sulawesi Selatan, kecuali berawan di wilayah Wajo dan Palopo.
Adapun malam hari berpotensi hujan ringan di wilayah Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Parepare, Barru, Soppeng, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar mengeluarkan peringatan dini bencana banjir pesisir atau banjir rob yang berlaku 8 Februari 2025 pukul 15.00 Wita hingga 11 Februari 2025 pukul 22.00 Wita.
“Kondisi ini secara umum berdampak pada aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” kata Fuad.(jun)

