PEMISAHAN pelaksanaan pemilu nasional dan lokal sangat penting. Sebagai orang yang pernah menjadi bagian dari panitia pemilu periode sebelumnya, penggabungan antara pemilu tingkat nasional dan pilkada membuat perhatian publik menjadi terpecah. Padahl keduanya memiliki cakupan dan dampak yang berbeda.
Pemilu nasional yang mencakup pemilihan presiden, DPR, dan DPD, seharusnya tidak dilaksanakan bersamaan dengan pilkada yang menyangkut pemilihan kepala daerah.
Pemisahan perlu dilakukan, biar fokusnya tidak bercampur. Pemilu nasional itu kan urusannya skala negara, sedangkan pilkada lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Saat kedua jenis pemilu digabung, perhatian masyarakat cenderung tersedot ke isu-isu nasional seperti pilpres, sehingga pilkada seringkali terabaikan. Padahal kebijakan kepala daerah jauh lebih terasa dampaknya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Begitu pula dengan aspek teknis dalam pelaksanaan pemilu gabungan. Karena pernah menjadi panitia pemilu merasakan langsung beratnya beban kerja ketika berbagai jenis pemilihan digelar bersamaan.
Capek sekali waktu pemilihan tahun lalu. Saya juga sempat jadi panitia dan itu sangat kewalahan. Terlalu banyak yang harus diurus dalam satu waktu.
Dengan pemisahan pemilu, saya percaya partisipasi pemilih, terutama dari kalangan anak muda bisa meningkat. Jika perhatian tidak terbagi, maka pemilih bisa lebih sadar dan terlibat aktif, bukan sekadar memilih karena ikut-ikutan.
Jadi, pemisahan ini bisa bikin anak muda kayak kita lebih aware dan nggak gampang golput, karena fokusnya jelas. (*)

