PEMILU nasional yang dipisah dari pemilu daerah ibarat memecah gelombang tanpa perahu cadangan. Niatnya mungkin untuk efisiensi, tapi yang terjadi justru bisa menenggelamkan stamina publik dan membengkakkan anggaran negara. Rakyat dipaksa dua kali fokus, dua kali antusias, tapi hasilnya belum tentu dua kali lebih baik. Yang diuntungkan? Bukan pemilih, tapi elite politik yang makin lihai memecah konsentrasi rakyat. (*)

