pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pesanannya Mulai Rumah Warga Hingga Perkantoran

PERTAMA kali berjualan, Dg Mija beserta istrinya memilih lokasi di Jalan Ratulangi Makassar. Namun sejak tiga tahun lalu, ia pindah ke Jalan AP Petta Rani. Selain jaraknya yang lebih dekat dari rumahnya, penjualan di Jalan AP Petta Rani juga lebih laris.

Laporan: NUGROHO

Ada bermacam-macam bendera yang dijual oleh Dg Mija. Mulai dari yang ukurannya kecil sampai yang berukuran besar. Semuanya pun dijual degan harga yang bervariasi.
Dg Mija mengatakan, menjual bendera dari yang berukuran kecil yang biasa digunakan untuk anak-anak mulai Rp5.000. Sampai dengan bendera yang memiliki panjang 10 meter dengan harga Rp250 ribu.
“Ada yang cuma Rp5.000 saja, ini yang kecil. Ada yang harga Rp15 ribu, ada yang Rp65 ribu. Paling mahal Rp250 ribu yang panjangnya 10 meter,” kata Dg Mija.
Semua barangnya ia beli dari seseorang di Pulau Jawa sana. Dg Mija mengakui, jika harga disana lebih murah, sehingga ia bisa mendapat keuntungan yang tidak sedikit. Apalagi ia sudah berlangganan sejak 10 tahun lalu.
Ternyata yang membeli barangnya bukan hanya orang-orang yang lewat saja, melainkan sudah ada ternyata banyak langganannya yang setia membeli bendera di tempatnya itu. Mulai dari beberapa kantor pemerintah maupun swasta yang memesan, ada juga dari beberapa perumahan di Makassar.
Karena banyaknya pelanggan itulah, hingga saat ini ia telah memiliki 10 cabang penjualan di Makassar maupun Gowa.
“Alhamdulillah sampai sekarang ada 10 tempatku jualan kayak begini. Ada di Makassar, ada juga di Gowa. Orang-orang dekat ji yang saya suruh jaga masing-masing tempat itu,” kata kakek empat orang cucu ini.
Semasa berjualan bendera, Dg Mija mengatakan, ada banyak kejadian yang tidak mengenakkan. Misalnya saja ada beberapa pelanggan yang berkerumun, salah satunya ada yang justru bukan niat membeli tapi mencuri. Pernah beberapa kali Dg Mija mendapati beberapa orang yang justru mengambil barangnya, namun tak membayar, malah kabur.
Sering juga suatu saat ada yang tetap ngotot menawar benderanya. Namun setelah sepakat harga, malah orang tersebut beralasan kembali tak membawa uang. Hal-hal semacam ini tentunya menjadi situasi yang biasa bagi Dg Mija, namun ia tetap semagat, karena baginya hal itu adalah hal yang biasa dalam sebuah usaha.
Selain menjelang hari kemerdekaan, Dg Mija tak menjajakan bendera dengan rutin. Hanya saja jika ada yang hendak memesan, ia pun bersedia menyediakannya.
Pria yang sehari-hari berjualan aneka kue tradisional ini mengaku bisa mendapatkan keuntungan berlipat saat menjual bendera. Maka dari itulah, dirinya beserta istri dengan semangat menyambut datangnya hari kemerdekaan dengan berjualan bendera.
Sedari pagi ia mengendarai motornya bersama istri dari rumahnya di Gowa, menuju lokasi jualan. Saat berjualan pun dirinya tampak santai, hanya menunggu saja orang-orang yang datang ingin membeli bendera.
“Ya begini mi, santai ji. Tapi susahnya itu kalau siang mi, ka kena mi ki panas matahari. Tapi enaknya juga karena bisa ki kumpul-kumpul sama penjual lain, karena kan ini yang jualan sekitar sini rata-rata keluarga ji,” ucapnya.
Dg Mija mengatakan, setiap tahunnya ia mulai menjajakan bendera mulai tanggal 15 Juli, kemudian ia akan menutup dagangannya pada 16 Agustus, sehari sebelum hari kemerdekaan. Urusan izin berdagang, ia hanya meminta izin kepada pihak Kantor Balai Harta Peninggalan Kementerian Hukum dan HAM saja untuk berjualan disitu.
“Minta izin saja sama orang kantor di dalam, mereka kasih izin, ndak bayar ji Alhamdulillah. Bahkan biasanya disuruh ki jualan di dalam saja. Nah makanya kalau pulang mki nanti ini, ini bendera semua saya taruh di dalam kantor,” kata pria berusia 47 tahun ini.
Keuntungan yang didapatkannya pun ternyata lumayan besar. Tiap tahunnya berjualan, keuntungan yang didapat paling rendah bisa mencapai Rp3 juta. Bahkan Dg Mija mengatakan, jika sedang banyak yang membeli, dalam sebulan berjualan keuntungan bisa mencapai Rp10 juta.
Keuntungan yang didapatkannya itupun digunakannya untuk berbagai hal. Mulai dari untuk modal jualan selanjutnya, membayar kontrakan rumah, sampai untuk membayar hutang. Baginya keuntungan yang didapat memang benar-benar bermanfaat dan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluargaya.(*)



×


Pesanannya Mulai Rumah Warga Hingga Perkantoran

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar