pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berharap Bisa Terangkat Pegawai Negeri Sipil

SEJUMLAH orang pasti bercita-cita ingin mengabdi di pemerintahan dan terangkat sebagai pegawai negeri sipil. Dari 1.000 lebih pegawai kontrak di Pemerintah Kota Makassar, Ayu Sakinah salah satunya yang mencita-citakan hal itu.

Laporan: JUNI SEWANG

Wanita kelahiran 14 Agustus 1986, dan saat ini tercatat sebagai staf Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar, setiap hari berdoa agar tahun ini maupun tahun kedepan ada pengangkatan tenaga kontrak menjadi PNS.
Keinginannya untuk menjadi PNS, selain mengabdi untuk masyarakat, kesejahteraan dan tunjangan hari tua bisa lebih terjamin.
Apalagi, menurutnya, sejak dua tahun lalu mengabdi sebagai tenaga kontrak, insentifnya masih terbilang minim dan jauh berbanding dengan biaya transpornya ke kantor. Sebab jarak rumah menuju kantor membutuhkan waktu hampir setengah jam dengan menggunakan sepeda motor.
Meski begitu, jelas wanita berdomisili di Jalan Veteran Utara, Lorong 41 itu tetap bersemangat bekerja. Alasannya, insentif yang minim bukan menjadi penghambat untuk selalu bekerja dan berkarya demi melayani masyarakat.
“Insentif yang saya terima Rp45 ribu perbulan bisa cukup untuk transpor. Saya juga upayakan tidak meminta ke orang tua, dengan cara menghemat pengeluaran agar biayatranspor bisa aman,” tuturnya.
Sebelum bekerja di Pemkot Makassar, Ayu Sakinah, dulunya bercita cita menjadi seorang wirausaha, namun untuk menjadi seorang wirausaha membutuhkan modal yang cukup besar, hal tersebut yang belum ada pada dirinya.
“Cita cita menjadi pengusaha, mudah mudahan ada rejeki bisa menjadi Pengawai Negeri, bisa kumpul modal untuk buka usaha. Untuk menjadi PNS saya sangat berharap, biar masa tua ada jaminan tanpa berharap sama orang lain lagi nanti dan tidak menyusahkan orang lain,” harapnya.
Di depan penulis, Ayu juga menceritakan suka duka yang dirasakannya sebagai petugas loket, seperti mendapatkan tindakan yang diluar batas seperti dibentak warga yang mengurus izin jika izinnya belum keluar. Padahal, cepat atau tidaknya izin keluar bukan tugas di loket.
“Suka dukanya banyak. Seperti kalau dibentak dan dimarah marahi sama pemohon, keterlambatan terbit izinnya. Padahal soal izin terbit bukan bagian loket yang tentukan. Loket hanya pengambilan saja, jadi terkadang solusinya biasa, tapi tidak ada yang mau mengerti. Saya tetap sabar menjelaskan dan arahkan ke pengaduan saja,” jelas Ayu.
Sebelum bertugas sebagai pegawai kontrak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar, ia pernah bertugas sebagai personel Satpol PP Pariwisata Kota Makassar pada tahun 2016.
“Tahun 2016, masuk Satpol PP Pariwisata Pemkot Makassar, tahun 2017 dipindahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pemerintah kota Makassar,” katanya di depan penulis.
Memang diakui, nasib antara seorang petugas loket di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar, berbeda dengan petugas di loket parkir yang tidak selalu sama. Pertama adalah lokasi tempat kerja mereka. Bagi petugas yang beruntung, kotak tempat mereka bekerja terletak di dalam gedung. Mereka beruntung karena terhindar dari terik matahari dan curah hujan yang lebat. Dibandingkan dengan pekerja loket di luar gedung yang terkadang panas dan terkadang basah.(*)



×


Berharap Bisa Terangkat Pegawai Negeri Sipil

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar