MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah banyak mengadopsi program-program yang sukses dijalankan selama memimpin Kabupaten Bantaeng selama dua periode.
Salah satunya, Nurdin mengadopsi program layanan call centre kegawatdaruratan 119. Program ini untuk melayani kebutuhan warga terhadap layanan kesehatan berupa ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar).
Untuk kebutuhan program tersebut, tahap awal, pihaknya menyediakan dua unit mobil damkar yang dibawa langsung dari Kabupaten Bantaeng.
Saat ini kendaraan yang memiliki tangga pemadam setinggi 50 dan 70 meter ditempatkan di Rujab Gubernur Sulsel.
“Dari dulu sebenarnya saya tawarkan tapi tak ada yang mau ambil. Kan kalau di Bantaeng hanya RSUD yang memiliki lantai tinggi. Kalau di Makassar ini sangat banyak gedung tinggi,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/9).
Tak hanya itu, dalam waktu dekat akan ada tambahan 45 unit kendaraan ambulans dan damkar yang merupakan hibah Pemerintah Jepang akan tiba di Sulsel. Rencananya armada ini akan dibagikan ke kabupaten-kota se-Sulsel.
“Awalnya mau saya bagikan ke seluruh Indonesia. Tapi akan saya koordinasikan kembali ke Kemendagri, kita lengkapi dulu armada kita di Sulsel,” jelas mantan bupati Bantaeng ini.
Untuk operasional, Pemprov akan memberikan pelatihan kepada pegawai Pemprov dari instansi Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan. Pusat krisis center ini akan memback-up kawasan Mamminasata.
“Kita akan buat markas baru, ada ambulans dan damkar. Kalau orangnya, kita ambil dari Pemprov nanti petugas dari Bantaeng yang latihan mereka,” tutup Nurdin.
Program lain yang akan dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan konsular Jepang untuk membudidayakan bunga sakura di Sulsel. Ada beberapa daerah yang punya karakteristik iklim mirip dengan Jepang akan menjadi lokasi budi daya. Yakni Kabupaten Tana Toraja dan Kota Bunga Malino.
“Kalau ini berhasil, akan kita kembangkan,” kata Nurdin.
Menurut rencana, sekitar 30 orang dari Jepang akan ke Sulsel pada Oktober mendatang untuk mewujudkan rencana itu. Mereka nantinya yang akan menanam langsung bunga sakura tersebut di lokasi yang telah ditunjuk.
Jika berhasil dibudidayakan, lokasi dimana sakura tersebut dibudidayakan, bisa menjadi destinasi wisata baru yang akan ramai dikunjungi.
Selain mulai merencanakan program yang akan dilakukan pada awal pemerintahannya, Nurdin juga disibukkan dengan jadwal audiens dan terima tamu. Pada Kamis (13/9), dia menerima Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk membahas buku ‘Dewasa dalam Berdemokrasi’
Wantimpres yang menemui Nurdin adalah Sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Mayjen TNI (Purn) I Gde Nyoman Arsana dan juga penulis buku ‘Dewasa Dalam Berdemokrasi’ Surya Wiranto.
“Jadi tim Wantimpres ini lagi membuat sebuah pedoman, bagaimana sistem demokrasi kita bisa berjalan dengan baik, dengan murah tanpa insiden, termasuk yang banyak disoroti soal Pilkada,” kata Nurdin.
Nurdin juga menemui pihak rektorat Universitan Islam Makassar yang dipimpin Rektor Majdah Agus AN.
Jika Nurdin seharian jaga kandang alias berkantor di Pemprov Sulsel kemarin, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bulukumba.
Kunjungannya ini untuk menghadiri sekaligus membuka ajang pariwisata tahunan, Festival Pinisi.
Festival Phinisi saat ini masuk dalam 100 Wonderfull Event Pariwisata Nasional, yang ditetapkan Kementrian Pariwisata. Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Festival Phinisi IX Tahun 2018, yang dilaksanakan di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Bulukumba.
Andi Sudirman Sulaiman, optimistis pariwisata Bulukumba bisa menyaingi pariwisata Bali.
Iapun memberikan masukan untuk kemajuan pariwisata. Diantaranya, harus ada sistem informasi dan publikasi yang terkoneksi. Dimana, harus diciptakan aplikasi lengkap mengenai destinasi wisata, fasilitas, hingga biaya yang dibutuhkan.
“Kami juga sedang mengkaji untuk bandara wisata Bulukumba. Karena kalau bandara untuk perhubungan umum itu sudah tidak bisa, maka harus bandara wisata,” ujar Andi Sudirman. (rhm)
Adopsi Progam Sukses Bantaeng ke Pemprov
×

