pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hidup Sendiri di Dalam Sekolah Tanpa Anak dan Istri

NAMANYA Benyamin Bunga, dia sudah sekitar enam tahun menekuni pekerjaannya sebagai penjaga keamanan (Security) dan tukang bersih sekolah di SMP Negeri 10 Kota Makassar, Jalan Andi Tadde, Kecamatan Bontoala. Melihat pengalaman kerjanya tidak singkat, dimulai sejak 2013.

Laporan: ARIF QADRY

Aktivitas bejalar dan mengajar di SMP Negeri 10 Kota Makassar berjalan baik dan lancar. Hanya beberapa siswa saja nampak jalan di luar kelas mengurus keperluan kelas. Ada masuk di dalam ruang guru, ada pula berjalan menuju arah kelas membawa buku-buku.
Cukup banyak siswa dan ruangan kelas di sekolah ini. Dari luar kelas, sesekali terdengar sahutan dari siswa siswi. Sahutan penuh semangat menjawab soal dan pertanyaan dari guru kelas.
Dari tempat penulis berdiri, samping ruangan guru, nampak terlihat Benyamin Bunga lagi sedang asyik menyapu lantai di lorong depan kelas. Sapu ijuk di tangan kirinya, dan serok sampah di tangan kanan. pria kelahiran Toraja, 12 April 1979 nampak lincah dan semangat bekerja mengumpulkan sampah-sampah plastik, kertas dan jenis sampah lainnya.
Tanpa kecuali, semua jenis sampah baik itu kertas, plastik bekas minuman dan makanan dikumpul di tempat sampah yang telah tersedia depan masing-masing ruangan kelas. Warna tempat sampahnya seragam yakni hijau.
Usai menyapu lorong depan ruangan kelas, tugasnya masih berlanjut. Sampah yang ada di penampungan kemudian di pilah sesuai jenisnya. Hanya sampah-sampah jenis tertentu saja di ambil seperti sampah plastik bekas minuman, alumunium dan karton jika ada. Sedangkan sampah bukan daur ulang dibuang.
Hasil pengumpulan dan pemilahan sampah-sampah plastik dapat timbang di bank-bank sampah. Uang yang didapatkan menambah-nambah penghasilan gaji bulanan yang di terima sebesar Rp1,7 juta tiap bulan untuk dua devisi yakni, pengamanan sekolah (security) dan tukang bersih bersih sekolah yang di bayar setiap triwulan. Tergantung kondisi keuangan kas di sekolah.
Untung saja, baik gaji sebagai security sebesar Rp1,2 juta maupun gajinya tukang bersih sekolah sebesar Rp500 ribu tidak pernah telat terbayar. Jadi semua kebutuhan keluarga khususnya biaya sekolah anak-anaknya tetap baik. Begitu juga dengan kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Apalagi satu orang anaknya sudah duduk Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Gowa.
“Dari 2013 saya resmi di terima kerja di sini (SMPN 10 Makassar) tapi gaji dulunya masih Rp225 ribu dan cuma jadi tukang bersih sekolah, belum nyambi di security. Tahun 2018 ini gaji saya mulai naik dan dapat kepercayaan menjadi security. Alhamdulillah saya bisa nafkahi keluarga dan sekolahkan anak saya,” ucap Benyamin.
Masih di tempat yang sama, samping ruang kelas di kantin sekolah, dia kemudian menunjukkan tempat tinggalnya. Sebuah ruangan tidak begitu luas yang hanya 2,5 meter lebar dan 3 meter panjang menjadi kamarnya. Lokasinya masih berada dalam sekolah.
Di dalam ruang tempat istirahatnya itu sudah ada kasur. Ketika ingin masak, Benyamin harus keluar dari kamar karena kamar dan dapur terpisah oleh dinding. Adapun baiknya bagi Benyamin memiliki dapur luar karena kamar tetap bersih dan teratur.
Ditanya keberadaan istri dan dua anak-anaknya, dia menyebut istri serta anaknya tinggal di Kabupaten Gowa bersama mertuanya. Akhir pekan seperti di Sabtu dan Minggu, istri dan anak-anaknya datang berkunjung ke tempat tinggalnya di (SMPN 10 Kota Makassar). Begitupun dengan Benyamin Sendiri, saat libur kerja ia sering pula mengunjungi istri dan anak-anaknya sekaligus menengok mertuanya.
“Akhir pekan biasa saling kunjung ji. Biasa istri dan anak-anak datang, atau saya yang kunjungi mereka. Istri sama anak-anak sudah lama tinggal bersama mertua, dan saya izinkan. Pasti kalau libur panjang saya datang lihat dan jenguk mereka dan sekaligus bantu-bantu mertua saya bertani,” ucapnya. (arf)



×


Hidup Sendiri di Dalam Sekolah Tanpa Anak dan Istri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar